Film 'Spirits' Homecoming' akan kembali tayang di bioskop dalam versi diperpanjang untuk memperingati 10 tahun perilisan perdananya.
Distributor Connect Pictures mengumumkan bahwa versi baru berjudul 'Sister, Let's Go Home' akan tayang di seluruh Korea Selatan mulai 26 Agustus.
>>> Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Ciptakan Musik Sendiri
Film garapan sutradara Cho Jung-rae ini didasarkan pada pengalaman traumatis mendiang Kang Il-chul, salah satu korban, dan gambarnya berjudul 'Burning Women'.
Dibuat melalui donasi crowdfunding dari lebih dari 75.000 warga, film ini ditonton lebih dari 3,58 juta penonton dan memicu perhatian nasional saat dirilis.
Versi Diperpanjang dengan Cerita Lintas Negara
Versi baru berdurasi 132 menit ini menambahkan enam menit cuplikan yang belum pernah dirilis sebelumnya.
Distributor mengatakan versi ini memperluas narasi dengan memasukkan kisah perempuan dari negara Asia lain yang menderita di bawah sistem yang sama selama Perang Dunia II.
Hal ini untuk menekankan solidaritas lintas batas dan persahabatan di antara para korban.
Pemutaran Khusus di Osaka
Sebelum pemutaran domestik, tim produksi akan mengadakan pemutaran khusus satu hari pada Selasa di Osaka, Jepang.
>>> Cha Eun-woo Tampil dengan Fisik Lebih Berotot Saat Tugas Militer
Sutradara Cho dan aktor Kang Ha-na yang memerankan tokoh utama Jung-min akan hadir dalam tiga sesi untuk sesi tanya jawab dengan penonton lokal.
Film ini mengikuti kisah Jung-min yang berusia 14 tahun dan gadis-gadis muda lainnya yang dipaksa menjadi budak seksual militer Jepang pada tahun 1943.
Poster Baru dan Pesan Sutradara
Bersamaan dengan pengumuman perilisan, distributor meluncurkan poster baru yang menampilkan dua gadis muda berpelukan dengan tagline mengajak publik mengingat para korban sebelum terlambat.
Sutradara Cho mengatakan kepergian Kang pada Maret lalu dan pertemuan baru-baru ini dengan penyintas Lee Yong-soo menjadi katalis kuat untuk merilis versi diperpanjang ini.
Cho menekankan urgensi untuk mengingat para korban sebelum semuanya terlambat. 'Saat ini hanya tersisa lima korban yang selamat.
Waktu kita hampir habis,' kata Cho.
>>> Penampilan Baru Haerin NewJeans Picu Spekulasi soal Gigi Taringnya
Ia berharap pemutaran di Osaka dan perilisan ulang 10 tahun ini menjadi catatan budaya yang kuat untuk menghidupkan kembali sejarah yang terlupakan dan menjaga martabat serta kehormatan para korban.
