Presiden Prabowo Subianto meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap pengambilan keputusan di sektor keuangan.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Menurutnya, KSSK adalah forum regulator yang menjaga stabilitas sistem keuangan, sedangkan Danantara adalah pengelola investasi dengan kepentingan bisnis.
"Ketika pelaku investasi ikut dalam forum yang membahas informasi paling sensitif mengenai kondisi sistem keuangan, potensi konflik kepentingan menjadi sulit dihindari," kata Yusuf, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, informasi yang seharusnya hanya untuk kepentingan stabilitas berisiko menimbulkan masalah tata kelola jika diakses oleh pihak yang memiliki kepentingan investasi.