PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui bahwa pemangkasan alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara pada 2026 menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja perusahaan pada semester I-2026.
Dampak kebijakan tersebut ikut menyeret laba bersih yang anjlok 88,2% secara tahunan menjadi Rp956,28 miliar.
>>> Cara Mudah Dapat Tiket Lari Tangerang 10K Lewat Program Menabung bank bjb
Sekretaris Perusahaan UNTR Ari Setiyawan mengatakan, penurunan RKAB memengaruhi sejumlah lini bisnis perseroan, mulai dari penjualan alat berat, batu bara, hingga emas.
"Karena penurunan RKAB berdampak pada penurunan penjualan alat berat dan penjualan batu bara, ditambah lagi penjualan emas yang lebih rendah dibanding tahun lalu karena tambang emas Martabe baru beroperasi kembali di kuartal II," kata Ari kepada Bloomberg Technoz pada Kamis (30/7/2026).
>>> bank bjb Imbau Nasabah Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Komunikasi Lewat Kanal Resmi
Harapan Penambahan Alokasi RKAB
UNTR berharap pemerintah dapat menambah alokasi RKAB pada semester II-2026.
Langkah tersebut dinilai berpotensi mengerek kembali aktivitas pertambangan sehingga memberikan dampak positif terhadap berbagai lini usaha United Tractors.
>>> Prabowo Ingin Tiru India yang Bangun 40 Juta Rumah dalam 12 Tahun
"Kami berharap apabila pemerintah menambah RKAB di semester kedua, ada potensi peningkatan permintaan alat berat, penjualan batu bara dan kontraktor penambangan, dan tentunya dari bisnis emas sehubungan tambang emas Martabe telah kembali beroperasi pada kuartal II 2026," ujar Ari.
