Upaya penyelamatan di wilayah barat Kolombia terus berlanjut hingga hari kedua, Selasa (11/8).
Petugas darurat masih menggali puing-puing bangunan yang runtuh dan rumah-rumah yang rata dengan tanah.
>>> Siapa Nic Cester? Vokalis JET yang Dipeluk Aldi Taher Saat Konser
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang kawasan penghasil kopi Kolombia pada Senin pagi diperkirakan akan terus bertambah.
Hingga saat ini, sedikitnya 164 orang dilaporkan tewas.
Kerusakan Parah di Pereira dan Cali
Gempa tersebut meruntuhkan gedung-gedung bertingkat di kota Pereira dan Cali, serta meretakkan salah satu menara katedral bersejarah di Manizales.
Tim penyelamat yang dibantu polisi, tentara, dan relawan bekerja sepanjang malam dengan ekskavator dan kadang tangan kosong untuk mencari korban selamat di bawah puing-puing.
Di Cali, kota berpenduduk sekitar 2,2 juta jiwa, sedikitnya 85 orang tewas.
Puluhan bangunan miring atau hancur total, memaksa warga mengungsi ke jalanan.
Beberapa lantai atas salah satu rumah sakit di kota itu runtuh, menjebak sejumlah pasien dan memaksa sekitar 600 lainnya dirawat di jalan yang dipenuhi puing.
Direktur rumah sakit, Irne Torres Castro, menyampaikan hal itu kepada Caracol television.
Carmen Yasmin Garcia (43), warga Cali yang menjadi relawan tim penyelamat, mengatakan pada Senin sore bahwa kelompoknya telah membebaskan tujuh orang dari gedung runtuh.
Namun, empat orang lainnya dan seekor anjing masih terperangkap.
"Beberapa saat lalu ada suara garukan, tapi sekarang kami tidak mendengar apa-apa. Kami masih punya harapan anjing itu hidup dan kami bisa mengeluarkan orang-orang ini," kata Garcia.
>>> Siswi SMA Tewas Tertemper KRL, Unggahan Terakhirnya Viral di Media Sosial
