Tim penyelamat melanjutkan pencarian pada Selasa di puluhan kota di Kolombia barat setelah gempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada Senin menewaskan sedikitnya 179 orang dan menyebabkan lebih dari 3.000 orang hilang.
Wali kota dan gubernur dari Cali, Pereira, Choco, dan Manizales melaporkan jumlah korban tewas tersebut. Pemerintah federal sebelumnya menyebut angka 111 tewas.
Sekitar 1.600 bangunan dilaporkan rusak atau runtuh. Tentara, petugas penyelamat, dan warga bekerja sama memindahkan puing-puing beton secara manual.
Choco, Wilayah Paling Terdampak
Choco, wilayah di sekitar episentrum, merupakan salah satu daerah termiskin dan paling terabaikan di Kolombia. Wilayah ini sering diganggu oleh kelompok bersenjata.
Akses ke Choco hanya bisa melalui perahu, hutan, atau pesawat. Sejauh ini, tingkat kerusakan di sana belum diketahui pasti.
Presiden baru Kolombia, Abelardo De la Espriella, mengunjungi ibu kota Choco, Quibdo, pada Senin malam. Ia mengumumkan mobilisasi seluruh aparat militer dan polisi untuk merespons bencana.
"Choco tidak akan pernah lagi menjadi 'negeri yang terlupakan'," ujarnya. Gempa ini menjadi ujian besar pertama bagi De la Espriella yang baru dilantik pada Jumat.
Banyak keluarga mencari informasi tentang kerabat mereka melalui situs web yang dikelola warga.
Dana Carolina Zamora mengunggah foto pamannya yang hilang, Miguel Ángel Zamora, yang tinggal di daerah pedesaan El Cairo.
Pihak berwenang setempat menyebut 80 persen dari El Cairo, kota berpenduduk sekitar 7.000 jiwa, rusak.
Zamora khawatir pamannya yang tinggal di rumah tradisional dari kayu dan lumpur belum memberikan kabar.
Gempa ini membuat banyak orang cemas setelah gempa berturut-turut melanda Venezuela pada akhir Juni, menghancurkan ratusan bangunan dan menewaskan lebih dari 6.300 orang.
Mónica Sánchez, pemilik perusahaan kecil pembuat seragam kerja, selamat bersama 12 karyawannya saat dinding pabriknya runtuh di Pereira.
"Sangat mengejutkan — kota runtuh di sekitar kami," katanya.
Pemerintah kota Pereira melaporkan sedikitnya 58 bangunan runtuh, sementara Wali Kota Cali, Alejandro Eder, menyebut 40 bangunan runtuh.
Kedua kota memberlakukan jam malam untuk mencegah penjarahan.
Pereira juga melarang kendaraan pribadi beroperasi untuk memberi jalan bagi ambulans, polisi, dan petugas penyelamat.
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan memberikan bantuan darurat senilai 15,5 juta dolar AS untuk tempat tinggal, makanan, dan bantuan lainnya.
Pemerintah di seluruh Amerika Latin juga menawarkan bantuan.
"Ini tragedi bagi seluruh kota, bagi ribuan keluarga," kata Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, dengan suara bergetar.
"Tapi kami di sini, dan kami akan terus maju dengan pertolongan Tuhan."