Tim penyelamat melanjutkan pencarian pada Selasa di puluhan kota di Kolombia barat setelah gempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada Senin menewaskan sedikitnya 179 orang dan menyebabkan lebih dari 3.000 orang hilang.
Wali kota dan gubernur dari Cali, Pereira, Choco, dan Manizales melaporkan jumlah korban tewas tersebut. Pemerintah federal sebelumnya menyebut angka 111 tewas.
>>> Telkom Solution Pamerkan Connectivity+ di DTI-CX 2026, Dorong Pemerataan Akses Digital
Sekitar 1.600 bangunan dilaporkan rusak atau runtuh. Tentara, petugas penyelamat, dan warga bekerja sama memindahkan puing-puing beton secara manual.
Choco, Wilayah Paling Terdampak
Choco, wilayah di sekitar episentrum, merupakan salah satu daerah termiskin dan paling terabaikan di Kolombia. Wilayah ini sering diganggu oleh kelompok bersenjata.
Akses ke Choco hanya bisa melalui perahu, hutan, atau pesawat. Sejauh ini, tingkat kerusakan di sana belum diketahui pasti.
Presiden baru Kolombia, Abelardo De la Espriella, mengunjungi ibu kota Choco, Quibdo, pada Senin malam. Ia mengumumkan mobilisasi seluruh aparat militer dan polisi untuk merespons bencana.
"Choco tidak akan pernah lagi menjadi 'negeri yang terlupakan'," ujarnya. Gempa ini menjadi ujian besar pertama bagi De la Espriella yang baru dilantik pada Jumat.
Banyak keluarga mencari informasi tentang kerabat mereka melalui situs web yang dikelola warga.
Dana Carolina Zamora mengunggah foto pamannya yang hilang, Miguel Ángel Zamora, yang tinggal di daerah pedesaan El Cairo.
Pihak berwenang setempat menyebut 80 persen dari El Cairo, kota berpenduduk sekitar 7.000 jiwa, rusak.
Zamora khawatir pamannya yang tinggal di rumah tradisional dari kayu dan lumpur belum memberikan kabar.
>>> Usut Korupsi MBG, Kejagung Periksa 12 Saksi dari BGN dan Swasta

