Sehari setelah Li Chen-hsiu dilantik sebagai anggota Legislatif Taiwan, ia langsung dihadapkan pada pertanyaan tentang identitas dan kesetiaannya kepada Taiwan.
Li adalah 'pasangan daratan', lahir di China dan menjadi warga Taiwan melalui pernikahan.
>>> Serangan Baru di Jalur Pelayaran Saat Negosiasi Perang Iran Buntu
Ia termasuk dalam komunitas sekitar 369.000 orang di Taiwan yang terkena kebijakan yang berubah cepat dan diskriminasi seiring meningkatnya ketegangan dengan China.
Selama dua bulan menjabat sebelum dipaksa keluar, Li adalah satu-satunya legislator kelahiran China yang berimigrasi ke Taiwan melalui pernikahan.
Dalam wawancara dengan Associated Press pada Juli, Li mengatakan kesempatan itu datang berkat sistem demokrasi Taiwan dan Partai Rakyat Taiwan yang memberi kesempatan pada pendatang baru.
Namun, kekhawatiran akan invasi militer China kini mempersulit kebijakan Taiwan terhadap pasangan seperti Li.
Sejarah 70 Tahun dan Ketegangan yang Meningkat
China dan Taiwan terpisah dalam perang saudara pada 1949, dengan Partai Nasionalis melarikan diri ke pulau itu.
Selama puluhan tahun, kedua belah pihak melarang kontak, hingga 1987 ketika warga Taiwan diizinkan mengunjungi keluarga di China untuk pertama kalinya.
Ketegangan meningkat sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai presiden Taiwan pada 2016, dan China memutus kontak resmi.
Kini, China mengirim pesawat militer dan kapal angkatan laut ke arah Taiwan setiap hari sebagai bagian dari latihan militer, serta meningkatkan kampanye diplomatik untuk mengisolasi pulau itu.
Ancaman itu memicu kekhawatiran tentang siapa yang setia kepada Taiwan.
Pengadilan New Taipei baru-baru ini menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada Hsu Chun-ying, kepala organisasi yang membantu pasangan, karena bertindak atas nama Beijing untuk memata-matai Taiwan.
