Tim penyelamat Kolombia berhasil menarik seorang wanita berusia 32 tahun dari reruntuhan gedung yang roboh pada Selasa (12/8/2026).
Daniela Largo ditemukan dalam keadaan hidup, memicu sorak-sorai dan tepuk tangan dari petugas yang kelelahan.
>>> Bantuan Beras 3 Bulan Disalurkan ke 184 Ribu Warga Surabaya
Wanita itu digendong keluar dari puing-puing dengan diselimuti selimut biru. Para penyelamat saling berpelukan, sementara kerabatnya berteriak kegirangan.
Operasi pencarian masih terus berlangsung di sejumlah gedung runtuh di Kolombia barat setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo pada Senin (11/8/2026).
Otoritas merevisi jumlah korban tewas menjadi 216 orang setelah pejabat setempat di Cali mengoreksi angka sebelumnya.
Ibu Daniela, Sandra Milena Perez, mengaku sempat kehilangan harapan sebelum menerima kabar baik itu.
Seorang warga setempat mendengar teriakan minta tolong dari bawah reruntuhan dan mengajak tetangga untuk membersihkan puing sebelum tim profesional tiba.
"Berkat dia, hari ini kami bahagia," kata Perez. "Di rumah, putranya yang berusia 12 tahun menunggunya."
Upaya penyelamatan besar-besaran
Di Pereira dan Cali, tim darurat menggunakan derek, anjing pelacak, dan alat berat untuk mencari korban di gedung-gedung yang hancur.
Relawan membentuk rantai manusia untuk membersihkan puing secara manual.
Saat malam tiba, keluarga bersiap tidur di taman karena gempa susulan masih mengguncang lingkungan yang rusak. Seluruh blok bangunan telah rata dengan tanah.
Gempa ini membuat sebagian sistem kesehatan kewalahan. Upaya penyelamatan menjadi salah satu respons bencana terbesar di Kolombia dalam beberapa tahun terakhir.
Beatriz Arcos, yang terjebak bersama suami dan ibunya di bawah kondominium yang runtuh, menceritakan pengalamannya. "Rumah itu menimpa kami.
Saya tidak bisa keluar. Butuh waktu sekitar satu jam untuk mengeluarkan kami," katanya.
