Kehilangan kunci kini bukan lagi masalah besar berkat tracker kecil yang bisa ditempelkan pada barang bawaan.
Apple mempopulerkan kategori ini dengan AirTag, dan kini banyak produsen ikut merilis perangkat serupa.
Google baru saja meluncurkan Pixel Tag pada acara Made by Google bersama seri Pixel 11. Tracker ini akan dijual mulai 11 November.
Sementara itu, Apple telah memiliki AirTag sejak 2021 dan memperbaruinya tahun ini, dan Samsung menawarkan Galaxy SmartTag2 sejak 2023.
Ketiganya memiliki fungsi dasar yang sama, tetapi cara kerjanya sangat berbeda tergantung ponsel yang Anda gunakan. Berikut perbandingan lengkapnya.
Harga dan Desain
Ketiga tracker ini dibanderol hampir sama. Pixel Tag dijual seharga $29 untuk satu unit atau $99 untuk paket empat, sama seperti AirTag.
Galaxy SmartTag2 dibanderol $30 untuk satu atau $100 untuk empat.
Secara visual, ketiganya berbeda. AirTag berbentuk cakram bulat pipih seukuran koin besar.
Galaxy SmartTag2 berbentuk pil dengan cincin logam besar di salah satu ujungnya, sehingga mudah digantung di gantungan kunci tanpa casing.
Pixel Tag juga berbentuk pil seperti kerikil, dengan ukuran sekitar 46 x 28 x 5,4 mm dan berat di bawah 12 gram.
Namun, tidak ada lubang untuk menggantung, jadi Anda mungkin perlu casing atau holder untuk menempelkannya ke kunci. Saat ini hanya tersedia satu warna, yaitu Fog (abu-abu terang).
Ketiganya menggunakan baterai koin CR2032 yang bisa diganti. Google dan Apple mengklaim baterai bisa bertahan lebih dari setahun dengan pemakaian normal.
Samsung mengklaim hingga 500 hari dalam mode normal, atau 700 hari dengan mode hemat daya.
Semuanya memiliki rating IP67, artinya tahan debu dan bisa bertahan di air hingga kedalaman sekitar satu meter dalam waktu singkat.
Jadi, hujan atau tas basah tidak akan menjadi masalah.
Cara Menemukan Barang
Setiap tracker memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Semuanya menggunakan dua cara utama: koneksi langsung ke ponsel saat berada di dekat, atau jaringan perangkat lain saat barang hilang jauh.
AirTag terbaru menggunakan Ultra Wideband (UWB) untuk membantu menemukan barang saat berada di dekat. iPhone akan menunjukkan arah dan jarak ke tracker.
Precision Finding pada AirTag baru memiliki jangkauan 50% lebih luas berkat chip UWB generasi kedua. Speaker-nya juga lebih keras 50%, sehingga suaranya bisa terdengar dua kali lebih jauh.
Jika terlalu jauh, AirTag memanfaatkan jaringan Find My Apple. Perangkat Apple lain di sekitar dapat mendeteksi AirTag yang hilang dan mengirimkan lokasinya secara anonim ke pemiliknya.
Pixel Tag bekerja serupa, tetapi menggunakan ekosistem Android. Ia menggunakan UWB dan Bluetooth Channel Sounding untuk presisi.
Fitur yang didapat tergantung pada hardware dan software ponsel.
UWB membutuhkan chip khusus, sedangkan Channel Sounding membutuhkan ponsel dengan Android 16 atau lebih baru dan Bluetooth 6.0 atau lebih baru.
Saat di luar jangkauan langsung, Pixel Tag beralih ke jaringan Find Hub Google. Jaringan ini mengandalkan perangkat Android lain untuk mendeteksi barang hilang.
Jumlah perangkat Android jauh lebih banyak daripada Apple, sehingga keunggulan ini bisa menjadi nilai plus di tempat ramai seperti bandara atau pusat perbelanjaan.
Galaxy SmartTag2 juga menggabungkan Bluetooth dan UWB. Samsung mengklaim jangkauan Bluetooth hingga 120 meter dalam kondisi ideal.
Namun, pelacakan UWB paling akurat hanya berfungsi jika ponsel Galaxy Anda memiliki chip UWB.
Tidak semua ponsel Samsung memilikinya, jadi beberapa model Galaxy A-series tidak akan memberikan pengalaman pelacakan penuh.
Untuk menemukan barang dari jarak jauh, SmartTag2 menggunakan jaringan SmartThings Find. Jaringan ini terbatas pada perangkat Samsung Galaxy saja.
Masalah Ekosistem
Hal terpenting sebelum membeli adalah kompatibilitas. Ketiga tracker ini tidak saling terhubung, dan dua di antaranya sangat terikat dengan merek ponsel tertentu.
Galaxy SmartTag2 adalah yang paling terbatas. Ia hanya berfungsi dengan ponsel dan tablet Samsung Galaxy melalui aplikasi SmartThings Find.
Jika Anda menggunakan Pixel, OnePlus, atau iPhone, Anda tidak bisa menggunakannya sebagai tracker sehari-hari.
AirTag memiliki keterbatasan serupa di sisi Apple. Anda memerlukan iPhone atau iPad untuk pengaturan dan pelacakan rutin.
Ponsel Android hanya bisa memindai AirTag yang hilang dengan NFC untuk melihat informasi kontak pemilik jika mode Hilang aktif, tetapi tidak bisa melacak secara penuh.
Pixel Tag lebih fleksibel karena berfungsi dengan ponsel Android yang menjalankan Android 9 atau lebih baru, meskipun beberapa fitur canggih membutuhkan hardware dan software terbaru.
Ini memberi Google jangkauan lebih luas daripada Samsung. Namun, ia tetap tidak berfungsi penuh dengan iPhone.
Jadi, pilihannya cukup sederhana: AirTag untuk pengguna iPhone, Pixel Tag untuk sebagian besar pengguna Android, dan SmartTag2 untuk pengguna Samsung Galaxy.
Rekomendasi
Jika Anda menggunakan iPhone, AirTag adalah pilihan yang jelas. Jaringan Find My Apple sangat luas dan terintegrasi dengan baik.
Bagi pengguna Android, Pixel Tag menawarkan fleksibilitas lebih luas dan memanfaatkan jaringan perangkat Android yang besar.
Namun, jika Anda pengguna Samsung Galaxy, SmartTag2 tetap menjadi pilihan yang solid dengan integrasi SmartThings.