REO, Indonesia — Ribuan warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunggu bantuan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah itu pada Sabtu (16/8) lalu.
Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.
Bencana ini turut mewarnai peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8).
Banyak warga Flores menghabiskan hari itu dengan berduka dan menanti kiriman bantuan untuk komunitas yang masih terisolasi.
Dalam upacara peringatan kemerdekaan di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengajak peserta untuk mendoakan korban bencana di NTT dan daerah lain.
Ia juga memimpin hening cipta untuk menghormati para pahlawan kemerdekaan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 1.300 rumah rusak akibat gempa, dengan hampir 250 di antaranya hancur di Flores.
Sekitar 5.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara.
Gubernur NTT telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak Minggu (17/8). Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut.
Hingga Senin, otoritas mencatat 1.576 kali gempa susulan, meski hanya sebagian kecil yang dirasakan warga. Banyak warga memilih tidur di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan.
Dampak dan Upaya Penanganan
Jurnalis foto Associated Press melaporkan kerusakan parah di seantero pulau, dengan pohon tumbang menutupi jalan, batu besar berhamburan akibat tanah longsor, dan rumah-rumah hancur.
Sejumlah bangunan runtuh menimpa mobil yang terparkir.
Bagi banyak warga, bencana ini mengingatkan pada gempa dan tsunami Flores tahun 1992 yang menewaskan sekitar 2.500 orang.
"Rumah saya kini hanya puing," ujar Rasyid Jafar, pedagang pakaian di Desa Reo, daerah terdampak terparah di Kabupaten Manggarai.
"Kami sangat membutuhkan makanan, obat-obatan, dan air bersih."
Hampir 1.500 personel militer dan polisi dikerahkan ke lokasi bencana, didukung 10 pesawat untuk mendistribusikan 275 ton bantuan.
Namun, kendala logistik memperlambat pengiriman ke sejumlah daerah terpencil, kata Abdul Muhari, deputi kepala BNPB, dalam pernyataan video.
Otoritas mendirikan dua rumah sakit lapangan di kota Ruteng yang paling parah terdampak, setelah rumah sakit setempat rusak.
Dua tim manajemen krisis juga mengawasi pusat operasi darurat kesehatan.
Tim penyelamat terus mencari korban di daerah terdampak, meskipun belum ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarga.
Tim penyelamat akhirnya mencapai Pulau Palue, salah satu area terdekat dengan episentrum, pada Minggu malam setelah perjalanan laut dan darat yang sulit melewati medan longsor.
Wakil kepala polisi Sikka, Marselus Yugo Amboro, yang timnya termasuk yang pertama tiba dengan membawa pasokan darurat, mengatakan, "Jalannya curam dan banyak yang terhalang longsor.
Ini perjalanan yang hampir merenggut nyawa."
Penilaian awal menunjukkan kerusakan parah di pulau itu, dengan satu warga tewas, dua luka serius, dan hampir 150 rumah hancur.
Ribuan warga masih sangat membutuhkan bantuan setelah berhari-hari terisolasi.
Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi karena terletak di Cincin Api Pasifik.
Pada 2018, gempa magnitudo 7,5 memicu tsunami di Sulawesi yang menewaskan lebih dari 4.400 orang.
Pada 2004, gempa magnitudo 9,1 di lepas pantai Sumatra memicu tsunami yang menewaskan sekitar 230.000 orang di belasan negara, hampir 170.000 di antaranya di Provinsi Aceh.