Pemerintah Guatemala mengungkapkan telah menerima sekitar 2.300 warga Meksiko yang dideportasi dari Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
Pengakuan ini memberikan gambaran baru tentang praktik pemerintahan Trump yang bertujuan mencegah imigrasi, namun ditentang Meksiko.
>>> Maroon 5 Jakarta 2027: Daftar Harga Tiket dan Panduan Pembelian
Presiden Guatemala Bernardo Arevalo dalam wawancara televisi Rabu malam mengatakan, "Mereka tiba dengan pesawat yang sama dengan pemulangan warga Guatemala."
Ia menambahkan, warga Meksiko yang dideportasi dipindahkan ke negara asal mereka dalam waktu 24 jam, dengan biaya transportasi ditanggung Meksiko atau AS.
Kementerian luar negeri Meksiko dalam pernyataannya menegaskan pihaknya menentang praktik tersebut dan sedang berupaya memulangkan warga negara yang dideportasi ke Amerika Tengah.
Namun, pernyataan itu tidak merinci jumlah kasus atau biaya yang dikeluarkan.
"Pemerintah Meksiko telah memberi tahu otoritas AS tentang penolakan terhadap praktik ini," demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, saat ditanya mengapa warga Meksiko dideportasi ke negara lain, tidak memberikan jawaban spesifik.
Ia hanya menegaskan komitmen terhadap kebijakan yang ada.
"Menerapkan kebijakan imigrasi pemerintahan Trump adalah prioritas utama," kata juru bicara tersebut. "Kami tetap teguh pada komitmen untuk mengakhiri imigrasi ilegal dan massal."
Berdasarkan kesepakatan internasional, deportasi biasanya dilakukan langsung ke negara kewarganegaraan. Migran dapat dikirim ke negara ketiga jika negara asal menolak atau kondisinya tidak aman.
Namun, di bawah kebijakan penindakan imigrasi Presiden Donald Trump, semakin banyak migran yang dideportasi ke negara ketiga, kadang melalui perjanjian bilateral.
Meksiko biasanya menerima deportasi langsung dari AS.
>>> Profil Susiati, Istri Akhmad Sodiq yang Jadi Ketua DWP Unsoed
Para ahli imigrasi berpendapat, mengarahkan warga Meksiko melalui Guatemala atau negara lain mungkin dimaksudkan untuk mempersulit masuk kembali ke AS secara ilegal dengan memindahkan mereka lebih jauh dari perbatasan AS-Meksiko.
