unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Samsung Pimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026, Satu-satunya yang Tumbuh
IPTEK

Samsung Pimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026, Satu-satunya yang Tumbuh

Samsung Pimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026, Satu-satunya yang Tumbuh
Samsung Pimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026, Satu-satunya yang Tumbuh
A A Ukuran Teks16px

Pasar smartphone Asia Tenggara mengalami penurunan signifikan pada kuartal kedua tahun ini.

Berdasarkan laporan Counterpoint Research, pengiriman smartphone di kawasan tersebut turun 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

>>> Sony Xperia 10 VIII Resmi Meluncur, Bawa Slot microSD tapi Minim Peningkatan

Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya produksi smartphone. Konsumen pun cenderung menahan belanja di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Meski pasar lesu, Samsung justru tampil sebagai pemimpin pasar dengan pangsa 24%. Yang lebih menarik, Samsung menjadi satu-satunya merek yang berhasil mencatat pertumbuhan pengiriman tahun-ke-tahun sebesar 6%.

Di belakang Samsung, Xiaomi menempati posisi kedua dengan pangsa 18%. Oppo menyusul dengan 17%, sementara Transsion—induk dari Infinix dan Tecno—memegang 15% pangsa pasar.

Apple berada di posisi kelima dengan 9%.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pangsa Samsung naik dari 19% menjadi 24%. Xiaomi stagnan, sedangkan Oppo turun dari 22% menjadi 17%.

>>> Xiaomi 18 Fold dan 18 Pro Rilis Terpisah, Ini Strategi Lei Jun

Transsion dan Apple sama-sama tumbuh, masing-masing dari 14% dan 8%.

Segmen Harga Menengah dan Premium Justru Tumbuh

Menariknya, penurunan pasar tidak merata di semua segmen harga. Segmen smartphone di bawah US$150 mengalami penurunan paling dalam, yakni 38% secara tahun-ke-tahun.

Sementara itu, segmen harga US$250 hingga US$499 turun 11%.

Namun, segmen US$500 hingga US$699 justru melonjak 74%, dan segmen di atas US$700 tumbuh 18%.

>>> Penetrasi Internet 80,6 Persen, UMKM Didorong Go Produktif dan Kompetitif

Counterpoint Research memperkirakan paruh kedua tahun ini masih akan penuh tantangan. Keterbatasan fleksibilitas harga dan belanja konsumen yang hati-hati berpotensi menyebabkan penurunan pengiriman lebih lanjut.

📰 Update Terbaru