unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Penetrasi Internet 80,6 Persen, UMKM Didorong Go Produktif dan Kompetitif
IPTEK

Penetrasi Internet 80,6 Persen, UMKM Didorong Go Produktif dan Kompetitif

Penetrasi Internet 80,6 Persen, UMKM Didorong Go Produktif dan Kompetitif
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah menilai digitalisasi UMKM di Indonesia memasuki babak baru. Pelaku usaha tidak lagi cukup sekadar memiliki akses internet atau masuk ke platform digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, menyebut penetrasi internet nasional telah mencapai 80,6 persen.

>>> Motorola Flagship 2027 Dukung Resmi GrapheneOS, Ini Rinciannya

Angka ini mendorong pemerintah menggeser fokus dari go digital menuju go produktif dan go kompetitif.

"Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, UMKM go digital, sekarang saya kira kita harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif," ujar Nezar dalam acara Gala Dinner dan Serah Terima Amanah (SERTINAH) Pengurus Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Jakarta Selatan.

Menurut Nezar, perkembangan konektivitas harus berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.

Teknologi digital tidak boleh berhenti pada kemampuan UMKM membuka toko daring, menggunakan media sosial, atau masuk ke marketplace.

Platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu UMKM naik kelas.

"Ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat, dengan adanya go produktif dan go kompetitif melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar.

Dan ada banyak yang sudah go global juga," katanya.

>>> XLSMART Uji 5G Sepanjang 81 Miles Semarang-Yogyakarta, Target 88 Kota

Tantangan Baru Setelah UMKM Go Digital

Pergeseran fokus ini menunjukkan bahwa persoalan utama digitalisasi UMKM kini bukan lagi sekadar konektivitas.

Ketika semakin banyak masyarakat terhubung internet, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi benar-benar digunakan untuk menciptakan nilai ekonomi.

UMKM perlu mampu memanfaatkan ekosistem digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis. Nezar juga menilai peningkatan daya saing tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

Ekosistem bisnis yang saling terhubung diperlukan agar pelaku UMKM dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, hingga peluang usaha.

Karena itu, ia mendorong komunitas seperti TDA untuk terus memperkuat jejaring antarpelaku usaha.

Bagi pemerintah, transformasi digital UMKM pada akhirnya bukan sekadar soal berapa banyak usaha yang sudah online.

>>> Vivo X500 Pro Max Terungkap di Geekbench, Chip Flagship MediaTek dengan 2 Inti Utama 4,55 GHz

Yang lebih penting adalah seberapa jauh teknologi mampu membuat bisnis menjadi lebih produktif, kompetitif, dan bahkan menembus pasar global.

📰 Update Terbaru