WASHINGTON — Ukuran inflasi yang dipantau ketat oleh Federal Reserve AS tidak berubah pada bulan lalu, menjadi tanda terbaru bahwa banyak warga Amerika masih berjuang melawan biaya hidup yang tinggi.
Laporan Departemen Perdagangan pada Rabu menunjukkan harga naik 3,7 persen pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya.
>>> DPR Percepat RUU Perampasan Aset, Target Selesai Desember 2026
Inflasi telah memburuk sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, ketika berada di 2,9 persen.
Angka ini masih jauh di atas target Fed sebesar 2 persen.
Harga yang tetap tinggi menjadi isu kunci dalam pemilihan paruh waktu, terutama karena perang Iran menjaga harga bensin tetap tinggi.
Presiden Donald Trump juga mengancam tarif baru terhadap Kanada dan China, sementara belanja infrastruktur AI mendorong naiknya harga komputer, konsol game, dan semikonduktor.
Angka inflasi Rabu ini tidak akan sepenuhnya menyelesaikan perpecahan di Federal Reserve.
Sebagian besar pejabat bersedia menahan suku bunga tetap untuk melihat apakah inflasi bisa mendingin dengan sendirinya.
Namun banyak pejabat mendukung kenaikan suku bunga untuk memperlambat pinjaman dan belanja serta memerangi harga yang lebih tinggi.
>>> Menanti Izin Polisi, Laga Persija vs Persib 12 September di SUGBK Masih Berproses
Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, akan menyampaikan pidato yang sangat dinantikan pada Jumat di Jackson Hole, Wyoming.
Pidato itu akan diawasi ketat oleh Wall Street untuk mencari tanda-tanda pemikirannya tentang langkah selanjutnya.
Tidak termasuk kategori makanan dan energi yang volatil, inflasi inti juga tidak berubah di 3,3 persen pada Juli.
Secara bulanan, inflasi keseluruhan naik 0,2 persen dari Juni ke Juli, setelah turun 0,1 persen pada bulan sebelumnya dan melonjak 0,5 persen pada Mei.
Harga inti juga naik 0,2 persen dari Juni ke Juli, lebih tinggi dari 0,1 persen pada bulan sebelumnya.
Beberapa pejabat Fed mengatakan inflasi inti yang berjalan sekitar 0,2 persen per bulan akan menjadi tanda yang meyakinkan bahwa inflasi menuju target 2 persen.
Namun, harga bensin telah rebound bulan ini, yang kemungkinan akan mendorong inflasi naik ketika angka Agustus dilaporkan bulan depan.
>>> 8 WNI Hilang dan 10 Terjebak Banjir di Nepal, Tim SAR Dikerahkan
Banyak pejabat Fed khawatir bahwa dengan inflasi di atas target selama lebih dari lima tahun, suku bunga yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk mengendalikan kenaikan harga.