Meta Platforms mencapai kesepakatan senilai $18 miliar dengan 48 negara bagian AS terkait perlindungan anak di platformnya. Kesepakatan ini mencakup berbagai perubahan untuk pengguna di bawah 18 tahun.
Perubahan tersebut meliputi batas waktu penggunaan dua jam per hari, pemblokiran akses dari tengah malam hingga pukul 06.00, serta penyembunyian jumlah 'like'.
>>> Wang Yi Ajak AS dan China Atasi Hambatan Jelang KTT Trump-Xi
Meta juga akan memperkuat verifikasi usia untuk mencegah anak di bawah 13 tahun mendaftar.
Langkah Lebih Jauh, tapi Belum Cukup
Arturo Béjar, mantan direktur teknik Meta, menyebut kesepakatan ini sebagai tonggak penting. Namun, ia mengingatkan orang tua agar tidak serta-merta menganggap Instagram aman bagi anak.
Béjar menyoroti bahwa kesepakatan ini membiarkan Meta mendefinisikan sendiri apa yang dianggap berbahaya. Ia juga menyoroti efek rekomendasi konten yang bisa membuat remaja kecanduan.
Josh Golin dari Fairplay menilai kesepakatan ini terlalu fokus pada alat untuk orang tua, bukan membatasi fitur berbahaya secara langsung.
Ia kecewa algoritma rekomendasi yang bisa menghubungkan anak dengan predator tidak dimatikan secara default.
Verifikasi Usia dan Fitur Default
Meta berjanji memperkuat teknologi verifikasi usia dengan alat internal dan pihak ketiga, serta audit rutin.
Ada target khusus untuk tingkat kesalahan positif, yaitu anak yang teridentifikasi sebagai pengguna di atas 18 tahun.
Jika pengguna teridentifikasi di bawah 13 tahun dan dikeluarkan, Meta juga akan memeriksa usia teman-temannya. Béjar menilai bagian ini cukup baik karena ada pengukuran dan pengujian independen.
>>> BNI Salurkan Bantuan Karhutla ke 10 Wilayah Kalteng, Termasuk Masker dan Pompa Air
Banyak fitur keamanan kini aktif secara default, seperti batas waktu dua jam yang hanya bisa dimatikan dengan izin orang tua.