unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Penampilan Ian Bostridge dan Sejong Soloists: Sisi Lembut Mahler dalam Lagu
Lifestyle

Penampilan Ian Bostridge dan Sejong Soloists: Sisi Lembut Mahler dalam Lagu

Penampilan Ian Bostridge dan Sejong Soloists: Sisi Lembut Mahler dalam Lagu
Penampilan Ian Bostridge dan Sejong Soloists: Sisi Lembut Mahler dalam Lagu
A A Ukuran Teks16px

Lagu telah usai, tetapi tenor Ian Bostridge masih terdiam beberapa saat. Konduktor Yun Han-kyul, para musisi Sejong Soloists, dan bahkan penonton tampak enggan memecah keheningan dengan tepuk tangan.

Setelah jeda panjang, Bostridge perlahan mulai bergerak.

>>> Liburan Akhir Tahun ke Pulau Deokjeok: Pantai Tersembunyi dan Jalur Pasang Surut

Seolah-olah bocah prajurit dalam lagu yang telah berpamitan dengan rekan-rekannya dan dunia saat menuju tiang gantungan tidak pernah kembali.

Momen itu terjadi dalam konser "Mahler with Sejong Soloists and Ian Bostridge" yang digelar Rabu di Concert Hall Seoul Arts Center.

Pertunjukan ditandai dengan intensitas penghayatan yang mendalam dari para pemain dan penonton.

Bostridge membawakan koleksi lagu Gustav Mahler "Des Knaben Wunderhorn" dan siklus lagu "Songs of a Wayfarer".

Sebelum karya vokal, Sejong Soloists menampilkan aransemen Mahler dari Kuartet Gesek Beethoven No. 11 di F minor, Op.

95, "Serioso", pada babak pertama.

Di babak kedua, mereka membawakan Kuartet Gesek Schumann No. 1 di G minor, Op. 41, No. 1.

Penampilan Mahler oleh Bostridge jauh dari keindahan halus yang sering dikaitkan dengan nyanyian klasik.

Suaranya kadang pecah tajam, sementara garis melodinya bergoyang tidak stabil.

Namun, getaran itu lebih terdengar seperti perjalanan yang disengaja ke dalam emosi karakter yang ia perankan daripada keterbatasan teknis.

Dengan mencondongkan tubuh ke depan dan menundukkan kepala saat bernyanyi, Bostridge tampak menghayati emosi tokoh-tokoh dalam lagu.

Pada beberapa momen, penampilan itu terasa kurang seperti resital lagu dan lebih seperti adegan opera.

"Analisis hanyalah persiapan untuk memungkinkan saya bernyanyi lebih bebas; interpretasi adalah apa yang hidup dalam musik pada saat pertunjukan," kata Bostridge dalam wawancara tertulis sebelum konser.

📰 Update Terbaru