Langit Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng), tak lagi membiru. Sejak awal Agustus 2026, asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mencekik napas jutaan warga. Ribuan anak sekolah terpaksa belajar dari rumah dengan jendela tertutup, sementara rumah sakit kewalahan menangani pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Di tengah situasi darurat yang memaksa pemerintah dan masyarakat berjibuku memadamkan api, sebuah ironi besar justru lahir dari lingkaran istana negara di Palangka Raya. Alih-alih menjadi corong informasi keselamatan, mesin birokrasi justru sibuk merayakan hari spesial sang istri orang nomor satu.
Publik Kalteng kini tengah geram. Sejumlah akun media sosial resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng kompak mengunggah ucapan selamat ulang tahun untuk Aisyah Thisia Halijam, istri Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.
Unggahan yang sejatinya bersifat personal ini berubah menjadi blunder komunikasi publik yang masif. Lantas, siapa sebenarnya Aisyah Thisia? Dan mengapa perayaan ulang tahunnya bisa memicu amarah warganet di tengah krisis kemanusiaan akibat asap pada Agustus 2026 ini?
Kronologi Blunder: Ketika Birokrasi "Asal Bapak Senang" Beraksi
Kontroversi ini meledak pada Jumat, 21 Agustus 2026, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Aisyah Thisia. Seharusnya, di hari yang sama, humas Pemprov Kalteng merilis peta titik api, jadwal pembagian masker, atau imbauan evakuasi bagi warga rentan. Namun, realitas di dunia maya berkata lain.
Akun-akun resmi OPD di Kalteng seolah berlomba-lomba memberikan ucapan spesial. Salah satu yang paling menyita perhatian dan memicu amarah adalah unggahan dari akun resmi Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.
Dalam cuitannya, dinas yang seharusnya fokus pada nasib ribuan pelajar yang terdampak asap ini menuliskan, “Semoga senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam setiap langkah pengabdian.”
Kata "pengabdian" inilah yang seolah menyiram bensin ke dalam bara api kemarahan warganet. Publik mempertanyakan, pengabdian struktural apa yang telah dilakukan oleh seorang istri gubernur sehingga dinas yang membidangi pendidikan harus menggunakan fasilitas negara untuk memujinya?
“Bukannya memberi info sekolah libur atau pembagian masker, malah ngucapin ultah istri gubernur pakai akun dinas. Tidak peka! Anak-anak kami batuk-batuk karena asap, ini malah sibuk menjilat,” tulis akun @WargaKaltengPeduli di kolom komentar, yang langsung mendapatkan ratusan likes dan ribuan repost.
Virus "ucapan ulang tahun" ini ternyata menular ke akun resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng. Warganet menilai, anggaran, waktu, dan tenaga operator media sosial pemerintah seharusnya difokuskan untuk menyosialisasikan mitigasi bencana, nomor darurat kesehatan, atau titik-titik pengungsian.
Fakta yang lebih mengejutkan, ini bukanlah insiden pertama. Laman resmi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kalteng tercatat pernah melakukan hal serupa untuk Aisyah pada Agustus 2025 lalu. Hal ini mengindikasikan adanya penyakit sistemik dalam etika birokrasi di lingkup Pemprov Kalteng, di mana fasilitas negara masih dianggap sebagai alat pencitraan elit.
🔗 Berita Terkait
Batu Empedu Sapi Mendadak Diburu Saat Idul Adha 2026, Dari Isi Perut Jadi Komoditas Puluhan Juta
Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Dekati US$ 108
MSCI Pertahankan Pembekuan Pasar RI, BREN dan DSSA Terancam Keluar dari Indeks
Cara Urus NIB UMKM Untuk Pendaftaran Pangkalan Elpiji 3kg, Kebijakan Baru Penjualan LPG 3 Kilogram
UPDATE Lowongan Kerja Terbaru Jawa Timur Januari 2025, Siapkan CV dan Persyaratan
Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Sekolah dari Bali di Kota Batu: Salah Satunya Ada Balita
📰 Update Terbaru
Viral Pernikahan Ning Royya Putri Pengasuh Ponpes Lirboyo dengan Habib Abbas, Intip Momen Sakralnya!