Nepal menyatakan membutuhkan bantuan asing di bidang teknis khusus yang tidak dimiliki, bukan untuk pencarian dan penyelamatan, pasca banjir dahsyat di perbatasan Himalaya dengan China.
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mengatakan kepada Reuters bahwa Kathmandu memerlukan bantuan untuk menyelamatkan orang yang terjebak di terowongan, membuka akses transportasi dan komunikasi di daerah dengan jembatan hancur, identifikasi jenazah, tes DNA, dan penyimpanan jenazah dalam waktu lebih lama.
>>> AS Batasi Operasi Bank Mesir di UEA untuk Tekan Ekonomi Iran
"Kami telah mengajukan permintaan untuk layanan khusus dan bantuan teknis di bidang yang kami tidak memiliki keahlian dan pengetahuan teknis yang cukup," kata Khanal, Jumat malam.
Banjir ini dipicu oleh longsoran gletser pada Rabu yang melepaskan aliran besar batu, es, lumpur, dan puing melalui sistem sungai pegunungan Himalaya.
Bencana ini menewaskan hampir 600 orang di Nepal dan Tibet, China, dengan lebih dari 2.000 orang masih belum ditemukan.
>>> Harga Emas Perhiasan 29 Agustus 2026 Turun Lagi, Cek Rincian di Raja Emas dan Lakuemas
India dan China, dua negara raksasa yang mengapit Nepal, telah diminta menyediakan jembatan bailey untuk membuka kembali transportasi dan komunikasi di daerah bencana yang kehilangan sekitar dua lusin jembatan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan Kathmandu dapat menangani upaya penyelamatan sendiri untuk saat ini dan menolak keterlibatan asing.
Menanggapi sikap pemerintahnya, Khanal menegaskan tidak ada kebutuhan bantuan untuk pencarian dan penyelamatan umum yang sudah dilakukan oleh tim penyelamat Nepal.
>>> AS dan Venezuela Teken Kesepakatan Minyak Terbesar dalam Sejarah
"Kami pikir tidak perlu pengulangan dalam hal ini," ujarnya.