Pemerintahan Trump mengambil langkah untuk membatasi operasi sebuah bank asal Mesir di Uni Emirat Arab (UEA).
Bank tersebut dituding menjadi jalur ekonomi bagi kepemimpinan Iran di tengah perang AS-Iran yang memasuki bulan keenam.
>>> Harga Emas Perhiasan 29 Agustus 2026 Turun Lagi, Cek Rincian di Raja Emas dan Lakuemas
Aturan baru yang diusulkan Jumat lalu oleh Departemen Keuangan AS akan memutus akses cabang Bank Misr di UEA ke sistem keuangan AS.
Bank Misr merupakan bank terbesar kedua di Mesir.
Langkah ini mengikuti pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan ini tentang kampanye baru untuk mendorong negara-negara yang masih berbisnis dengan Iran agar memutus hubungan finansial.
Negara-negara tersebut akan menghadapi pembalasan jika tidak mematuhi.
Dengan tidak menjatuhkan sanksi langsung kepada bank Mesir, langkah ini menandakan keengganan pemerintahan Republik untuk menghukum mitra dagang utama yang berbisnis dengan Iran, termasuk China dan India.
Bessent mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa ia ingin memberi kesempatan kepada negara-negara untuk beralih dari Iran sebelum terlambat.
Hal ini untuk menghindari kekacauan sistem keuangan global.
Aturan tersebut akan melalui masa komentar publik selama 30 hari sebelum mulai berlaku, kata Departemen Keuangan.
>>> AS dan Venezuela Teken Kesepakatan Minyak Terbesar dalam Sejarah
Tuduhan terhadap Bank Misr
Pemerintahan Trump memperingatkan bahwa para pendukung Iran tidak dapat terus menikmati akses ke dolar AS dan sistem keuangan global, kata Bessent dalam pernyataan Jumat.
Bank Misr UEA memutuskan untuk mencari tahu dengan cara yang sulit, dan hari ini kami mengambil langkah pertama untuk meminta pertanggungjawaban atas dukungannya yang terus berlanjut terhadap rezim Iran, tambahnya.
