unique visitors counter
⌂ Beranda News Perang Trump dengan Iran Sudah 6 Bulan, Padahal Dijanjikan Hanya Beberapa Minggu
News

Perang Trump dengan Iran Sudah 6 Bulan, Padahal Dijanjikan Hanya Beberapa Minggu

Perang Trump dengan Iran Sudah 6 Bulan, Padahal Dijanjikan Hanya Beberapa Minggu
Perang Trump dengan Iran Sudah 6 Bulan, Padahal Dijanjikan Hanya Beberapa Minggu
A A Ukuran Teks16px

WASHINGTON - Perang yang dijanjikan Presiden AS Donald Trump sebagai "ekskursi kecil" yang hanya berlangsung beberapa minggu kini telah memasuki bulan keenam.

Jumat ini menandai enam bulan konflik AS-Israel melawan Iran, sebuah tonggak yang canggung bagi kepresidenannya.

>>> Review Lengkap realme P4s 5G: Smartphone Baterai 8.000 mAh yang Siap Mengguncang Pasar Indonesia di 2026

Trump terus mengklaim bahwa melalui bom dan blokade, ia telah menghancurkan kepemimpinan, militer, dan ekonomi Iran.

Namun perang belum berakhir, dan minggu ini pemerintahannya mengumumkan akan beralih fokus pada peningkatan tekanan ekonomi, bukan aksi militer, untuk mencoba menghabisi Iran.

Strategi Baru: Sanksi Ekonomi

Pergeseran strategi ini berpusat pada ancaman untuk menghukum negara atau entitas mana pun yang terus melakukan bisnis dengan Teheran.

Langkah ini diambil di tengah pertimbangan pemerintah atas menipisnya stok amunisi setelah berbulan-bulan perang, memicu kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat melemahkan kesiapan militer AS di belahan dunia lain.

Seiring konflik berlarut-larut, retorika Trump tentang menemukan akhir cepat perang juga mulai memudar.

Pekan ini ia menegaskan bahwa ia "tidak terburu-buru" untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan, dan terus meyakinkan bahwa kepemimpinan Republik Islam sedang terpojok.

"Mereka tidak membayar pasukan mereka. Mereka dalam masalah besar.

Mereka memiliki kapasitas yang sangat sedikit," kata Trump kepada wartawan Kamis lalu. "Kami tidak ingin berbicara dengan mereka.

Kami tidak mencari pertemuan atau apa pun," ujarnya.

Kontras dengan Janji Awal

Momen ini rumit bagi pemimpin yang mengusung 'America First' yang sebelumnya mengkritik pendahulunya karena membuang uang dan nyawa tentara AS di konflik Timur Tengah.

Trump berjanji dalam kampanye untuk menjaga militer dari "perang tanpa akhir." Namun ia menolak perbandingan dengan perang Irak dan Afghanistan yang menewaskan lebih dari 7.000 orang Amerika.

📰 Update Terbaru