Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar dugaan skandal yang menyeret nama pejabat publik di wilayah Jawa Barat. Kali ini, sorotan tajam publik tertuju pada Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, beserta Sekretaris Pribadinya (Sekpri) berinisial R. Isu yang beredar menyebutkan adanya dugaan penganiayaan hingga pelecehan, sebuah tuduhan serius yang dengan cepat menyebar luas di berbagai platform digital dan grup percakapan warga.
Namun, di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi liar yang berkembang, sang wakil bupati justru mengambil sikap yang cukup mengejutkan. Alih-alih sibuk menggelar konferensi pers atau memberikan klarifikasi beruntun kepada awak media, Fajar memilih untuk tetap fokus pada tugas-tugas pemerintahan yang menjadi tanggung jawab utamanya.
"Lebih Baik Kerja daripada Klarifikasi Terus-Menerus"
Dalam pernyataannya yang dikutip pada Sabtu (29/8/2026), Fajar Aldila secara tegas mengungkapkan keengganannya untuk terus-menerus merespons setiap rumor yang beredar. Baginya, waktu dan energi sebagai seorang pejabat publik jauh lebih berharga jika dialokasikan untuk melayani masyarakat Sumedang.
"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," ujar Fajar dengan nada yang cukup tegas.
Pernyataan tersebut seolah menjadi sinyal kuat bahwa sang wakil bupati tidak ingin terjebak dalam pusaran drama media yang menurutnya tidak produktif. Fajar menilai, semakin sering ia memberikan klarifikasi, semakin besar pula ruang bagi spekulasi baru untuk bermunculan.
Soroti Kredibilitas Media dan Sumber Berita
Tidak berhenti pada sikap enggan klarifikasi, Fajar juga melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah media yang ia anggap menjadi sumber utama penyebaran kabar tersebut. Menurutnya, pemberitaan yang beredar selama ini berasal dari outlet-outlet media yang tidak terverifikasi oleh Dewan Pers, sehingga kredibilitas informasinya patut dipertanyakan.