Musim panas tahun ini menjadi ajang persaingan sengit di bioskop Korea. Dua film Hollywood, "Spider-Man: Brand New" dan "The Odyssey", mendominasi dengan jutaan penonton.
Hingga 27 Agustus, "Spider-Man: Brand New" telah ditonton 8,29 juta orang, sementara "The Odyssey" menarik 7,2 juta penonton.
>>> Sinopsis The Bricklayer: Aaron Eckhart Jadi Tukang Batu yang Memburu Pembunuh
Dengan performa yang terus meningkat, "The Odyssey" berpotensi menembus 10 juta penonton.
Jika tercapai, itu akan menjadi film pertama sejak Agustus 2018 yang mencapai angka tersebut selama musim panas.
Saat itu, "Along With the Gods: The Last 49 Days" meraih 12,27 juta penonton.
Jumlah penonton bioskop pada Juli dan Agustus juga melonjak.
Hingga 27 Agustus, tercatat 28,42 juta orang mengunjungi bioskop, naik 3,38 juta dibanding periode yang sama tahun lalu.
Bagi bioskop yang terpuruk sejak pandemi, kehadiran dua film Hollywood ini menjadi berkah. Namun, di balik keramaian tersebut, film-film Korea justru nyaris tak terlihat.
Film Korea Gagal Bersaing
Musim panas biasanya menjadi ajang bagi film Korea untuk bersinar.
Pada 2017, "A Taxi Driver" meraup 12,18 juta penonton, dan "Train to Busan" pada 2016 menarik 11,56 juta penonton.
Tahun ini berbeda. Hanya tiga film Korea yang berani ambil bagian: "Hope", "Okay!
Madam 2", dan "The Journey to Gyeong-ju". Dari ketiganya, hanya "Hope" yang bisa disebut blockbuster dengan anggaran produksi lebih dari 50 miliar won.
>>> 5566 Umumkan World Tour Perdana untuk Rayakan 25 Tahun Berkarier
"Okay! Madam 2" hanya menghabiskan sekitar 7 miliar won, sedangkan "The Journey to Gyeong-ju" sekitar 3 miliar won.
Skala produksi seperti ini biasanya kesulitan bersaing di musim panas.