unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa Pendiri Al Arqam di Malaysia? Ini Fakta Menarik tentang Sekte Sesat yang Viral Setelah Series Bidaah
News

Siapa Pendiri Al Arqam di Malaysia? Ini Fakta Menarik tentang Sekte Sesat yang Viral Setelah Series Bidaah

Siapa Pendiri Al Arqam di Malaysia? Ini Fakta Menarik tentang Sekte Sesat yang Viral Setelah Series Bidaah
tanda tanya • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Siapa Pendiri Al Arqam di Malaysia? Ini Fakta Menarik tentang Sekte Sesat yang Viral Setelah Series Bidaah
Belakangan ini, nama Al Arqam , sebuah sekte sesat asal Malaysia, kembali mencuat ke permukaan. Popularitasnya bahkan semakin melonjak setelah muncul sebuah series bertajuk Bidaah , yang mengisahkan perjalanan hidup seseorang yang terjebak dalam dunia sekte berpura-pura spiritual namun penuh penyimpangan.

Series tersebut sukses memicu rasa penasaran publik, tak hanya karena alur ceritanya yang menegangkan, tetapi juga karena menyentuh tema yang sensitif namun nyata: penyimpangan ajaran agama dengan kedok spiritualitas .

Pria Mantan Anggota Sekte Beberkan Kisah Nyata
Yang lebih membuat heboh, setelah series Bidaah viral, muncullah seorang pria yang mengaku pernah menjadi anggota salah satu sekte sesat di masa lalunya. Ia tampil sebagai bintang tamu dalam podcast populer milik Denny Sumargo yang berjudul CURHAT BANG . Meski identitasnya dirahasiakan, pengakuannya begitu mendalam dan mirip dengan narasi yang disampaikan dalam series Bidaah .

Menurut pengakuan pria itu, ia sempat terjerumus dalam sistem keyakinan yang memutarbalikkan ajaran agama demi kepentingan oknum tertentu. Ia juga menyebut bahwa karakter "Walid", tokoh utama dalam series Bidaah , sangat dekat dengan sosok pemimpin sekte yang pernah ia ikuti. Bahkan, istri dari pimpinan sekte tersebut memiliki peran penting dan dihormati layaknya figur spiritual yang punya kuasa besar atas pengikutnya.

Al Arqam: Sekte Sesat dengan Ajaran Mencengangkan
Dari hasil investigasi media, termasuk wawancara eksklusif serta unggahan TikTok dari akun @amihbungawijaya pada 6 Mei 2025, diketahui bahwa sekte yang dimaksud oleh mantan anggota itu adalah Al Arqam . Organisasi ini pertama kali muncul di Malaysia pada tahun 1968 dan didirikan oleh seorang tokoh bernama Ashaari Muhammad .

Ashaari dikenal sebagai seorang karismatik yang mampu menarik banyak pengikut dari berbagai lapisan masyarakat. Ia menggabungkan ajaran Islam dengan konsep-konsep mistis dan supernatural yang sulit diverifikasi secara ilmiah. Salah satunya adalah klaim bahwa pendiri sekte bisa menunda kematian dan memiliki kemampuan untuk “melihat” hal-hal gaib.

Larangan Resmi dan Keterlibatan Warga Indonesia
Pada tahun 1980-an, otoritas keagamaan Malaysia mulai mencium adanya penyimpangan serius dalam ajaran Al Arqam. Pemerintah Malaysia akhirnya mengambil langkah tegas dengan resmi melarang aktivitas sekte tersebut pada tahun 1994 . Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas keagamaan dan ketertiban masyarakat.

Yang cukup mengejutkan, ternyata beberapa petinggi sekte Al Arqam disebut berasal dari Indonesia . Hal ini membuktikan bahwa pengaruh sekte tersebut tidak hanya terbatas pada wilayah Malaysia, tetapi juga menyebar hingga ke negara tetangga.

Keluarga Besar dan Akhir Hidup Ashaari Muhammad
Sebagai pendiri, Ashaari Muhammad memiliki kedudukan tinggi dalam struktur organisasi Al Arqam. Ia dikenal memiliki lima istri dan total 37 anak . Kehidupannya penuh kontroversi, baik dari sisi moral maupun spiritual.

Pada tahun 1990-an, Ashaari ditahan oleh aparat berwenang Malaysia karena berbagai pelanggaran hukum dan penyimpangan ajaran agama. Ia menjalani hukuman penjara sebelum akhirnya dibebaskan. Sayangnya, kisah hidup tokoh kontroversial ini berakhir pada tahun 2010 , saat ia meninggal dunia.

Series Bidaah dan Fenomena Dunia Nyata
Kembalinya minat publik terhadap Al Arqam tentu saja tidak lepas dari peran series Bidaah yang berhasil menyentuh isu sensitif dengan cara yang humanis dan dramatis. Banyak penonton yang merasa bahwa cerita tersebut bukan hanya fiksi belaka, tetapi ada benarnya di balik layar realita.

Beberapa kalangan menilai bahwa series seperti Bidaah dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat awam untuk waspada terhadap modus operandi sekte-sekte sesat yang kerap menggunakan kedok spiritualitas demi menarik korban baru.

Pentingnya Kewaspadaan dan Edukasi Publik
Kasus Al Arqam dan fenomena series Bidaah menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Di tengah maraknya informasi dan ajakan berbasis spiritualitas, masyarakat harus lebih selektif dan kritis dalam memilih komunitas atau kelompok keagamaan.

Edukasi sejak dini, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga tokoh agama, menjadi sangat penting untuk mencegah masuknya paham-paham sesat yang bisa merusak pola pikir generasi muda.

Penutup: Antara Fiksi dan Realita

Series Bidaah telah berhasil membawa kembali kisah hitam Al Arqam ke ruang publik. Meski digarap dalam bentuk fiksi, pesan moral dan sosial yang tersirat sangat kuat. Ia mengingatkan kita bahwa dunia sekte sesat bukanlah hal yang mustahil terjadi, bahkan di tengah masyarakat modern sekalipun.

Untuk itu, penting bagi kita semua untuk terus mengedepankan literasi informasi, kritik, serta kesadaran akan potensi bahaya dari ajaran-ajaran yang tidak jelas sumbernya. Semoga kisah ini menjadi pelajaran dan pencerahan bagi kita bersama.

***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru