Pesawat E-4C SAOC atau Survivable Airborne Operations Center milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah memasuki tahap uji terbang pertama, sebuah langkah penting dalam upaya menggantikan armada tua E-4B “Nightwatch” yang sudah beroperasi sejak tahun 1970-an.
Penerbangan perdana berlangsung pada 7 Agustus 2025 di fasilitas Sierra Nevada Corporation (SNC) di Dayton, Ohio.
Kegiatan uji ini bukan sekadar membuktikan bahwa pesawat bisa mengudara, melainkan bagian dari kampanye pengujian jangka panjang yang akan berlangsung selama beberapa tahun.
Pengujian meliputi evaluasi daya dorong, sistem darat, serta performa penerbangan di lokasi Dayton dan Wichita, Kansas. Tujuan utama tahap ini adalah menetapkan dasar teknis yang kokoh dan mengidentifikasi potensi risiko sebelum proses modifikasi besar dimulai.
Program SAOC merupakan bagian dari modernisasi sistem Komando, Kendali, dan Komunikasi Nuklir (NC3 – Nuclear Command, Control, and Communications) Amerika Serikat.
E-4C dibangun dari platform Boeing 747-8I yang telah dimodifikasi agar mampu berfungsi sebagai pusat komando penerbangan yang dapat bertahan dalam situasi krisis, termasuk kemungkinan perang nuklir.
Kontrak pengembangan SAOC diberikan kepada SNC pada April 2024 dengan nilai sekitar 13 miliar dolar AS.
Kontrak tersebut mencakup desain, modifikasi pesawat, produksi, pembangunan sistem darat, hingga dukungan awal.
Seluruh armada E-4C ditargetkan selesai pada tahun 2036.
Armada lama E-4B yang akan digantikan telah berusia puluhan tahun. Pesawat berbasis Boeing 747-200 ini selama ini dikenal sebagai “pesawat kiamat” karena berfungsi sebagai pusat komando terbang jika infrastruktur darat hancur atau lumpuh. Namun, tantangan perawatan yang semakin sulit membuat penggantiannya menjadi kebutuhan mendesak.
E-4C baru diharapkan mampu memberikan banyak peningkatan, mulai dari arsitektur sistem terbuka yang lebih modern, perlindungan tambahan terhadap efek nuklir dan serangan elektronik, kemampuan pengisian bahan bakar di udara, hingga sistem misi modular yang bisa diperbarui lebih cepat sesuai kebutuhan masa depan.
Untuk mendukung program ini, SNC membangun infrastruktur baru di Dayton, termasuk hangar dan fasilitas tambahan.
Mereka juga menggandeng sejumlah perusahaan besar seperti Collins Aerospace, GE Aerospace, Lockheed Martin Skunk Works, Rolls-Royce, serta institusi pendidikan dan penelitian seperti Wichita State University untuk membantu integrasi sistem misi, desain teknik, dan teknologi propulsi.
Secara strategis, kehadiran SAOC sangat penting dalam menjaga daya tangkal Amerika Serikat. Dengan adanya pesawat komando yang mampu tetap beroperasi ketika sistem darat terganggu, kepemimpinan nasional tetap dapat mengambil keputusan, mengkoordinasi militer, dan mengelola krisis. Jumlah pesawat E-4C yang akan dibeli belum diumumkan secara resmi, tetapi diperkirakan mencapai delapan hingga sepuluh unit, menggantikan empat unit E-4B yang masih aktif saat ini.