unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Serangan Jantung Tingkatkan Risiko Penurunan Daya Ingat
News

Serangan Jantung Tingkatkan Risiko Penurunan Daya Ingat

Ilustrasi serangan jantung dan risiko penurunan daya ingat
A A Ukuran Teks16px

Penelitian baru mengungkap bahwa penyintas serangan jantung berisiko mengalami penurunan daya ingat lebih cepat.

Risiko kehilangan ingatan mereka meningkat 5 persen dibandingkan orang yang tidak pernah mengalami serangan jantung.

Studi ini melibatkan 20.000 orang dewasa kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat. Penelitian berlangsung selama kurang lebih satu dekade.

Para peneliti menemukan bahwa serangan jantung yang tidak terdiagnosis—dengan gejala ringan, tidak lazim, atau tidak disadari—juga berkontribusi pada penurunan kognitif.

Kelompok ini memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih tinggi.

Penjelasan Ahli

Penulis utama studi, Mohamed Ridha, MD, mengatakan bahwa penyintas serangan jantung termasuk kelompok berisiko tinggi. Ia adalah asisten profesor neurologi di The Ohio State University, Amerika Serikat.

“Seiring bertambahnya usia, risiko masalah kognitif dan demensia meningkat. Beberapa orang mungkin memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih tinggi,” kata Ridha.

Direktur neurologi vaskular di University of Illinois, Fernando Testai, MD, PhD, menjelaskan bahwa kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dapat memicu gangguan kognitif.

Hal ini terjadi melalui berkurangnya aliran darah ke otak, peradangan, kerusakan pembuluh darah, stroke diam, atau cedera otak.

Profesor neurologi di Loyola University, Michael J. Schneck, MD, menambahkan bahwa pasien dengan faktor risiko kardiovaskular juga berisiko lebih besar terkena penyakit Alzheimer.

Faktor risiko tersebut meliputi hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme spesifik di balik hubungan serangan jantung dan penurunan kognitif.

Para ahli juga ingin tahu apakah intervensi setelah serangan jantung dapat menurunkan risiko demensia.

Testai mencatat bahwa penelitian belum mempertimbangkan semua faktor risiko. Beberapa faktor yang belum dipertimbangkan antara lain gangguan tidur, pola makan buruk, obesitas, dan riwayat keluarga Alzheimer.

Para ahli merekomendasikan agar dokter memberikan konseling kepada penyintas serangan jantung tentang cara menghindari penurunan kognitif.

Langkah-langkah yang disarankan meliputi tetap aktif secara fisik, mengonsumsi makanan sehat jantung, mengelola tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, menghindari merokok, tidur cukup, serta menjaga berat badan ideal.

Schneck juga menyarankan untuk rutin berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan guna meningkatkan kesehatan jantung.

Para ahli menekankan pentingnya konseling bagi penyintas serangan jantung untuk mengurangi risiko penurunan kognitif.

Mereka merekomendasikan kebiasaan gaya hidup sehat seperti aktif secara fisik, pola makan sehat, dan pengelolaan tekanan darah serta kolesterol.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru