unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Sport Center Bogor Dilengkapi Arena Akuatik hingga Dayung
News

Sport Center Bogor Dilengkapi Arena Akuatik hingga Dayung

Denah sport center nasional di Rancabungur, Bogor
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut kawasan sport center nasional di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dilengkapi fasilitas olahraga berstandar internasional.

Cabang olahraga yang disiapkan mulai dari akuatik hingga dayung.

Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro mengatakan kawasan tersebut merupakan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional.

Pembangunannya mendukung pembinaan 21 cabang olahraga unggulan nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

“Tujuannya adalah untuk melatih atlet-atlet yang memang terpilih untuk menjadi atlet tingkat dunia,” kata Gunawan di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (18/5/2026).

Fasilitas Terpadu di Lahan 500 Hektare

Seluruh sarana dan prasarana olahraga akan dibangun secara terpadu di lahan seluas 500 hektare. Lahan tersebut berada di wilayah Candali-Cimulang, Kecamatan Rancabungur.

Fasilitas yang dibangun tidak hanya arena pertandingan dan latihan. Kemenpora juga menyiapkan pusat pendidikan, penelitian olahraga, dan asrama atlet.

“Sekolah dan venue olahraga semuanya lengkap, bahkan untuk melakukan penelitian terhadap salah satu cabor, itu kita lengkap semuanya,” ujar Gunawan.

Cabang olahraga yang difasilitasi meliputi akuatik, atletik, bulu tangkis, panjat tebing, sepak bola, bela diri, dan dayung. Semua sesuai dengan daftar 21 cabang olahraga unggulan nasional.

Kawasan ini juga akan dilengkapi sekolah khusus atlet mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Hal ini untuk mendukung pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.

“Akademi olahraga ini akan diisi oleh sekolah untuk SD, SMP, SMA,” katanya.

Atlet yang akan menempati akademi tersebut berasal dari seluruh Indonesia. Mereka akan melalui proses seleksi berdasarkan potensi dan prestasi pada masing-masing cabang olahraga.

Anggaran Rp5 Triliun dan Jadwal Pembangunan

Pembangunan kawasan sport center nasional diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp5 triliun. Proyek ini direncanakan berlangsung dalam kurun waktu tiga tahun.

“Selama tiga tahun itu diperkirakan sekitar Rp5 triliun,” ujar Gunawan.

Tahun ini, pemerintah pusat fokus pada tahapan sinkronisasi perencanaan dan administrasi lintas kementerian serta lembaga. Hal ini agar pembangunan dapat berjalan efektif dan efisien.

Pembangunan fisik dijadwalkan berlangsung pada 2027 hingga 2028. Target rampung seluruh fasilitas pada awal 2029.

“Kemungkinan akan berakhir di awal 2029 sudah lengkap semua,” katanya.

Dukungan Pemkab Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kawasan olahraga nasional tersebut akan menjadi pusat pembinaan olahraga terpadu. Selain sport center, juga akan dilengkapi fasilitas pendidikan tinggi.

“Selain sport center di dalamnya ada SD, SMP, SMA, dan juga ada universitas yang akan dibangun,” kata Rudy.

Total kawasan yang disiapkan mencapai sekitar 750 hektare. Sebanyak 500 hektare untuk pengelolaan Kemenpora dan sekitar 250 hektare untuk pengembangan kawasan Kementerian Pertahanan.

“Di 500 hektare dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk sport center, lalu yang 250 hektare untuk perluasan lahan Kopassus dan dibangun universitas,” ujarnya.

Rudy mengatakan keberadaan sport center nasional diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet nasional. Selain itu, proyek ini juga mempercepat pembangunan wilayah Bogor bagian barat.

Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyinkronkan pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan tersebut. Termasuk jalur Bomang hingga akses Rancabungur-Leuwiliang.

“Kita melihat bahwa wilayah Bogor bagian utara, Bogor bagian barat, yang tadinya kita melakukan percepatan pembangunan hanya bisa satu langkah, dua langkah, dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, mungkin langkah kita bisa 10-20 langkah ke depan,” kata Rudy.

Gunawan menyebut fasilitas olahraga yang disiapkan mencakup cabang akuatik, atletik, bulu tangkis, panjat tebing, sepak bola, bela diri, hingga dayung sesuai daftar 21 cabang olahraga unggulan nasional.

Ia mengatakan atlet yang akan menempati akademi olahraga tersebut berasal dari seluruh Indonesia melalui proses seleksi berdasarkan potensi dan prestasi pada masing-masing cabang olahraga.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru