Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Bina Marga mengerahkan ratusan personel untuk mengatasi maraknya pencurian lampu penerangan jalan umum (PJU).
Sebanyak 97 unit lampu PJU dilaporkan hilang di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Kecamatan Cakung.
Kepala Seksi Prasarana Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Yanuar Ikhsan, mengatakan 112 personel Pasukan Kuning diterjunkan untuk memonitor kondisi lampu PJU.
Langkah ini juga bertujuan mengantisipasi vandalisme dan kriminalitas terhadap aset pemerintah.
Personel yang disiagakan terdiri dari 32 anggota Satgas Sudin Bina Marga Jakarta Timur dan 80 personel dari 10 kecamatan.
Setiap kecamatan menyiagakan delapan personel.
Pencurian Terjadi di Kawasan BKT
Kawasan BKT di wilayah Ujung Menteng dan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, menjadi titik rawan pencurian lampu PJU.
Hingga saat ini, tercatat 97 unit lampu PJU berdaya 90 watt hilang dicuri.
Sebanyak 51 unit lampu telah dipasang kembali pada 24 April 2026. Pemasangan dilakukan mulai dari Jembatan Ujung Menteng hingga perbatasan Rorotan, Jakarta Utara.
Sementara itu, 46 unit lampu lainnya tersebar di dua lokasi berbeda. Sebanyak 40 unit berada di Jalan Baru atau sisi barat Jalan Inspeksi KBT, Kelurahan Ujung Menteng.
Enam unit lainnya berada di Jalan Inspeksi KBT, Kelurahan Pulo Gebang.
Yanuar menuturkan enam unit lampu di wilayah Pulo Gebang telah selesai dipasang kembali.
Saat ini, masih terdapat sekitar 60 unit lampu PJU yang belum terpasang dan rencananya segera dipasang oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Tidak hanya lampu, pencurian juga menyasar komponen panel listrik PJU di sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Timur.
Beberapa titik yang dilaporkan terdampak antara lain Jalan Laksamana Malahayati, Jalan Pemuda, dan Jalan Basuki Rahmat.
Sudin Bina Marga Jakarta Timur terus melakukan pemantauan rutin di lapangan untuk memastikan seluruh lampu PJU berfungsi optimal.
Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga fasilitas umum.
Warga diimbau segera melapor kepada petugas atau aparat berwenang jika menemukan tindak kriminalitas atau vandalisme terhadap sarana dan prasarana PJU.
"Kami juga meminta peran serta masyarakat untuk menjaga fasilitas umum," tutur Yanuar.
Menurut Yanuar, sebagian lampu yang hilang telah dilakukan pemasangan kembali untuk mengembalikan penerangan jalan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pemasangan dilakukan mulai dari kawasan Jembatan Ujung Menteng hingga perbatasan Rorotan, Jakarta Utara.
Selain itu, pihak Sudin Bina Marga Jakarta Timur mengaku terus melakukan pemantauan rutin di lapangan untuk memastikan seluruh lampu PJU berfungsi optimal dan meminimalisir gangguan akibat pencurian.