Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat viral. Ia menegaskan bahwa ucapan Presiden tersebut hanya bersifat menghibur warga.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam sebuah kesempatan di Jakarta.
>>> Pemkab Bogor Mulai Benahi Stadion Pakansari untuk Piala AFF
Ia merespons pertanyaan wartawan mengenai pernyataan Presiden yang menyebut warga desa tidak perlu pusing dengan nilai tukar dolar.
Pernyataan Presiden untuk Menenangkan
Menurut Purbaya, maksud Presiden adalah untuk menenangkan masyarakat. Terutama mereka yang tinggal di pedesaan dan tidak terpengaruh langsung oleh fluktuasi dolar.
“Itu hanya untuk menghibur warga,” ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai kebijakan ekonomi.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tetap serius mengelola nilai tukar rupiah. Kebijakan moneter dan fiskal terus diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Konteks Pernyataan Presiden
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan yang menimbulkan beragam reaksi. Ia mengatakan bahwa warga desa tidak perlu khawatir dengan kurs dolar karena kebutuhan sehari-hari mereka dalam rupiah.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara di daerah. Banyak pihak kemudian mempertanyakan relevansi pernyataan tersebut dengan kondisi ekonomi nasional.
Purbaya menekankan bahwa pemerintah memahami dinamika nilai tukar. Namun, ia meminta masyarakat tidak terlalu cemas karena fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat.
>>> Kemnaker Targetkan 150 Ribu Peserta Ikut Program Magang Nasional 2026
“Kami terus memantau pergerakan dolar. Yang penting, inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap positif,” kata Purbaya.
Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan investasi dan ekspor. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.
Purbaya mengingatkan bahwa pernyataan Presiden tidak boleh dijadikan dasar untuk mengabaikan fluktuasi nilai tukar. Namun, ia mengapresiasi upaya Presiden untuk menjaga semangat masyarakat.
“Kita harus melihat konteksnya. Presiden ingin rakyat tetap tenang dan fokus pada produktivitas,” ujarnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan edukasi ekonomi kepada masyarakat. Hal ini penting agar warga tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu berdampak langsung.
Purbaya juga menegaskan bahwa kebijakan ekonomi tetap berdasarkan data dan analisis. Tidak ada perubahan arah kebijakan akibat pernyataan Presiden tersebut.
>>> Jerman Peringatkan Dampak Ekonomi Perang di Iran
“Kami akan terus bekerja keras untuk menjaga stabilitas. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Purbaya.
