unique visitors counter
⌂ Beranda News Anggota APEC Gelar Pertemuan di Shanghai untuk Siapkan KTT November 2026

Anggota APEC Gelar Pertemuan di Shanghai untuk Siapkan KTT November 2026

Anggota APEC Gelar Pertemuan di Shanghai untuk Siapkan KTT November 2026
A A Ukuran Teks16px

Perwakilan anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menggelar pertemuan di Shanghai, China, pada Senin, 18 Mei 2026.

Pertemuan ini bertujuan mempersiapkan agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang akan berlangsung pada November 2026.

>>> Pemprov DKI Percepat Transformasi Digital UMKM Lewat Gang Dagang

IN2

Pertemuan Pejabat Senior (Senior Officials' Meeting/SOM) APEC tersebut merupakan yang kedua kalinya digelar di China. SOM pertama berlangsung pada 1-10 Februari 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong.

Fokus pada Tiga Prioritas

Wakil Menteri Luar Negeri Eksekutif China Ma Zhaoxu membuka SOM APEC di Shanghai. Ia menyebut pertemuan ini menjadi penghubung antara tahap sebelumnya dan tahap berikutnya.

Ma menjelaskan bahwa dalam pertemuan informal di Shenzhen, anggota APEC sepakat membangun komunitas Asia-Pasifik dan mendorong kemakmuran bersama.

in2

Tiga bidang prioritas ditetapkan, yaitu keterbukaan, inovasi, dan kerja sama.

"Kita akan meninjau kemajuan yang telah dicapai sepanjang paruh pertama tahun ini," ujar Ma. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperinci desain hasil dan merangkum capaian awal.

Ma menekankan pentingnya meletakkan dasar yang kuat bagi kegiatan paruh kedua tahun ini. Khususnya untuk hasil Pertemuan Informal Para Pemimpin.

Indonesia Diwakili Dirjen Aspasaf

Dalam SOM APEC Shanghai, Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto.

Sebelumnya, pada SOM di Guangzhou, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendorong semua pihak bekerja sama. Tujuannya memastikan Pertemuan Para Pemimpin menghasilkan daftar capaian yang bermakna.

Anggota APEC juga membahas perdagangan dan investasi, konektivitas, ekonomi digital, serta pertumbuhan inovatif. Mereka merumuskan serangkaian gagasan hasil dan rencana kerja.

Tantangan Global dan Peran Asia-Pasifik

Ma menyebut situasi internasional saat ini dipenuhi perubahan dan gejolak. Unilateralisme dan proteksionisme kembali meningkat, serta krisis energi dan pangan semakin memburuk.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru