unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Bantah Kasar ke ART, Erin Ogah Minta Maaf karena Merasa Kena Fitnah
Hiburan

Bantah Kasar ke ART, Erin Ogah Minta Maaf karena Merasa Kena Fitnah

Rien Wartia Trigina alias Erin
Rien Wartia Trigina alias Erin
A A Ukuran Teks16px

Rien Wartia Trigina alias Erin membantah telah melakukan tindakan kekerasan atau berlaku kasar kepada asisten rumah tangga (ART) yang bekerja dengannya, termasuk Hera yang melaporkannya ke polisi.

Meski demikian, Erin juga tidak menutup pintu damai dengan Hera. Namun, ia menegaskan tidak akan meminta maaf karena merasa menjadi korban fitnah.

Erin: Saya Tidak Pernah Sentuh ART

Kuasa hukum Erin, Farahnaz Maharani, menyatakan bahwa jika Erin memang memiliki kebiasaan kasar terhadap ART, maka semua ART di rumahnya akan mengalami hal serupa.

Namun, kenyataannya tidak demikian.

Erin mengaku hanya pernah menegur Hera secara lisan. Ia menduga Hera memiliki sakit hati dan ada pihak lain yang menjadi dalang di balik laporan ini.

"Aslinya ART yang ada di rumah, mungkin rekan media bisa lihat apa pendapatnya yang sudah disampaikan juga, keadaannya juga aman baik-baik saja," kata Erin.

"Yang lain tidak mengalami hal yang serupa."

Erin menyebut dirinya enggan berdamai karena merasa sudah menjadi korban fitnah. Apalagi, ada rumor yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan dengan senjata tajam.

"Maaf mohon maaf saya bukannya enggak mau damai, tapi nama baik saya sudah rusak apalagi dengan fitnahan seperti ini," ujar Erin.

"Teman-teman saya semua jadi menilai saya 'Oh Erin kok begitu ya?' Maksudnya ini framing-nya sudah sangat jelek buat saya, sangat memojokkan."

Hera sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI, Senin (18/5), mengaku siap berdamai dengan Erin selama ada permintaan maaf dan pengembalian barang-barang.

Erin menegaskan bahwa tuduhan mencakar, mencekik, menendang, dan menodong pisau sangat keterlaluan. "Tuduhan yang dia bilang katanya saya mencakar, mencekik, apalagi menendang, menodong pisau itu sangat keterlaluan.

Maksudnya sudah sangat luar biasa fitnahnya," tuturnya.

Ia juga menjelaskan alasan tidak mau meminta maaf. "Kalau saya oke minta maaf, berarti saya mengakui dong kalau saya tuh melakukan hal ini.

Enggak dong. Saya harus mempertaruhkan keadilan.

Enggak bisa dong saya difitnah kayak begini," ujar Erin.

Erin memilih menempuh proses hukum. "Saya mau menempuh proses hukum.

Biarkan proses hukum itu bekerja sesuai fakta, biar ada efek jera.

Saya sudah bikin laporan fitnah dan pencemaran nama baik dan undang-undang ITE-nya, ada dua laporan di Polres Metro Jakarta Selatan," pungkasnya.

Kasus ini bermula ketika Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4).

Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut.

Ia mengklaim memiliki bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tidak pernah terjadi.

Erin menyebut dirinya juga enggan untuk berdamai dengan Hera karena ia merasa sudah menjadi korban berbagai fitnah terkait dugaan kekerasan terhadap ART.

Apalagi, ada rumor yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan dengan senjata tajam.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru