unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › The Mandalorian and Grogu Tuai Kritik, Baby Yoda Jadi Penyelamat
Hiburan

The Mandalorian and Grogu Tuai Kritik, Baby Yoda Jadi Penyelamat

Poster film The Mandalorian and Grogu
Poster film The Mandalorian and Grogu
A A Ukuran Teks16px

Star Wars: The Mandalorian and Grogu menuai beragam reaksi dari kritikus film. Sebagian besar menilai film ini kurang mampu memberikan pengalaman sinematik yang kuat untuk tayang di bioskop.

Film garapan Jon Favreau ini mendapatkan skor 60 persen di Tomatometer Rotten Tomatoes. Angka tersebut berdasarkan 119 ulasan sejak tayang pada Rabu (20/5).

Kritik Terhadap Cerita dan Karakter

Matt Zoller Seitz dari RogerEbert. com menulis bahwa film ini tidak memiliki alasan kuat selain keinginan menghasilkan uang.

Ia menyebut ceritanya klise dan adegan aksi kurang memuaskan.

Pulliam-Moore dari The Verge menambahkan bahwa The Mandalorian and Grogu terasa seperti film asal-asalan. Menurutnya, materi ini akan lebih baik jika dijadikan musim baru serial The Mandalorian.

Para kritikus juga menyoroti karakter utama yang dangkal.

Aaron Pruner dari CNET mengatakan setiap adegan secara terduga mendorong alur cerita, tetapi tanpa pengembangan karakter yang memadai.

David Crow dari Den of Geek bahkan menyamakan Mando dan Grogu dengan maskot taman hiburan. Ia menilai mereka hanya memikat pengunjung termuda dan sebagian dewasa setia.

Baby Yoda Tetap Mencuri Perhatian

Meski menuai kritik, Grogu atau Baby Yoda tetap menjadi daya tarik utama.

Robert Abele dari The Los Angeles Times menyebut karakter ini masih menggemaskan dan menjadi spin-off Star Wars yang paling solid.

Kate Erbland dari IndieWire mengatakan film ini sering kali menggemaskan dan menyenangkan untuk seluruh keluarga. Ia menambahkan bahwa film terasa seperti tiga episode TV yang cukup bagus digabung.

Erbland juga menulis bahwa jika penonton mengharapkan sesuatu yang lebih ambisius, jiwa film yang generik kemungkinan akan mengikis goodwill waralaba.

The Mandalorian and Grogu menandai kembalinya Star Wars ke layar lebar setelah tujuh tahun absen. Film ini memberikan sentuhan sinematik pada karakter utama dari serial Disney+ The Mandalorian.

Pedro Pascal kembali berperan sebagai Din Djarin yang bekerja sama dengan Grogu dalam petualangan lintas galaksi.

Film ini juga dibintangi Sigourney Weaver, Steve Blum, Jonny Coyne, Hemky Madera, dan Martin Scorsese sebagai cameo pengisi suara.

Jon Favreau bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah bersama Dave Filoni. The Mandalorian and Grogu tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Mei.

Sejumlah kritikus juga menyoroti bahwa film ini tidak memiliki alasan kuat selain keinginan menghasilkan uang. Matt Zoller Seitz dari RogerEbert.

com menulis bahwa tidak ada alasan apa pun dalam film ini kecuali untuk menghasilkan lebih banyak uang.

Sementara itu, David Crow dari Den of Geek menyamakan Mando dan Grogu dengan karakter yang biasa ditemui di taman hiburan Disneyland, yang hanya memikat pengunjung termuda dan beberapa orang dewasa setia.

Meski demikian, Grogu atau Baby Yoda tetap menjadi daya tarik utama.

Robert Abele dari The Los Angeles Times menyebut karakter ini masih menggemaskan dan menjadi spin-off Star Wars yang paling solid.

Kate Erbland dari IndieWire mengatakan film ini sering kali menggemaskan dan menyenangkan untuk seluruh keluarga, meskipun terasa seperti tiga episode TV yang digabung.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru