unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Park Ji-hoon Ungkap Hand Gripper sebagai Alat Redakan Stres
Lifestyle

Park Ji-hoon Ungkap Hand Gripper sebagai Alat Redakan Stres

Park Ji-hoon memegang hand gripper
Park Ji-hoon memegang hand gripper
A A Ukuran Teks16px

Aktor sekaligus penyanyi Park Ji-hoon baru-baru ini mengungkapkan bahwa salah satu barang yang selalu ia bawa adalah hand gripper.

Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube Esquire Korea. Ia memperkenalkan beberapa barang yang sering ia gunakan sehari-hari.

Saat menunjukkan hand gripper-nya, Park Ji-hoon berkata, "Akhir-akhir ini saya selalu membawa alat ini. Saat bosan, saya remas seperti bola stres.

Ini olahraga yang bagus."

Ia menambahkan, "Saya merekomendasikannya kepada orang-orang dengan pergelangan tangan lemah atau yang perlu lebih banyak berolahraga."

Park Ji-hoon pertama kali dikenal setelah meraih posisi kedua dalam program survival "Produce 101 Season 2" dan debut sebagai anggota grup K-pop Wanna One.

Baru-baru ini ia juga mendapat perhatian atas perannya sebagai Raja Danjong dalam film "The King's Warden."

Manfaat Hand Gripper bagi Kesehatan

Hand gripper adalah alat sederhana yang dirancang untuk mengembangkan kekuatan genggaman dan otot lengan bawah. Kekuatan genggaman mengacu pada tenaga yang dihasilkan saat mengepalkan tangan.

Orang dengan kekuatan genggaman kuat umumnya lebih mudah membawa benda berat dan melakukan aktivitas seperti pull-up.

Sebaliknya, kekuatan genggaman lemah dapat meningkatkan risiko jatuh karena menandakan berkurangnya kekuatan otot secara keseluruhan.

Ketika kekuatan otot rendah, tubuh kurang mampu menyerap benturan saat jatuh, sehingga meningkatkan kemungkinan cedera serius seperti patah tulang.

Oleh karena itu, kekuatan genggaman sering digunakan sebagai indikator umum massa otot dan kesehatan fisik.

Manfaat kekuatan genggaman yang kuat mungkin melampaui kenyamanan sehari-hari.

Peneliti di University of Glasgow menganalisis data lebih dari tiga juta orang dan menemukan bahwa individu dengan kekuatan genggaman rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan kanker.

Kekuatan genggaman juga dikaitkan dengan risiko diabetes.

Tim peneliti yang dipimpin Profesor Choi Eun-young di Rumah Sakit Universitas Dankook menganalisis data kesehatan dari 9.190 orang dewasa Korea dan menemukan bahwa orang dengan gangguan glukosa puasa memiliki kekuatan genggaman lebih rendah dibandingkan mereka yang kadar gula darahnya normal.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan kekuatan genggaman lemah harus memberi perhatian khusus pada pengelolaan kadar gula darah.

Kekuatan genggaman yang lemah juga dikaitkan dengan demensia.

Orang dapat meningkatkan kekuatan genggaman dengan rutin menggunakan hand gripper. Latihannya sederhana: remas dan lepaskan alat secara berulang dengan satu tangan.

Penting untuk menghindari menegangkan leher dan bahu saat melakukannya.

Latihan efektif lainnya termasuk dumbbell, push-up, serta meremas atau memutar bola karet dengan kedua tangan.

Bagi individu dengan kekuatan genggaman jauh di bawah rata-rata, membangun kekuatan tubuh secara keseluruhan terlebih dahulu melalui latihan seperti plank dan squat mungkin lebih bermanfaat sebelum fokus pada latihan genggaman.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru