unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Prancis Catat Hari Terpanas Sepanjang Sejarah, Gelombang Panas Landa Eropa
News

Prancis Catat Hari Terpanas Sepanjang Sejarah, Gelombang Panas Landa Eropa

Ilustrasi gelombang panas di Eropa dengan termometer menunjukkan suhu tinggi
Prancis Catat Hari Terpanas Sepanjang Sejarah, Gelombang Panas Landa Eropa
A A Ukuran Teks16px

Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah pada Selasa (23/6) saat gelombang panas awal musim panas melanda Eropa.

Suhu rata-rata nasional mencapai 29,8 derajat Celsius, memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada gelombang panas Agustus 2003 dan Juli 2019.

Kondisi ini memaksa Menara Eiffel dan Museum Louvre membatasi jam kunjungan, sementara sekolah dan transportasi umum di beberapa negara terganggu.

Rekor Suhu dan Dampaknya di Prancis

Badan Meteorologi Prancis, Meteo France, menyatakan suhu rata-rata nasional sebesar 29,8 derajat Celsius merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat.

Rekor sebelumnya adalah 29,4 derajat Celsius pada gelombang panas Agustus 2003 dan Juli 2019.

Meteo France memperingatkan bahwa suhu diperkirakan akan terus memecahkan rekor, termasuk yang melampaui semua rekor sebelumnya tanpa memandang waktu tahun.

Gelombang panas ini telah mencapai "plateau of severity" dengan panas yang tak henti-hentinya siang dan malam.

Sejumlah wilayah akan kembali masuk zona merah pada Rabu (24/6) saat panas menyebar ke lebih dari separuh negara, termasuk ujung utara Prancis.

Di Paris, seorang pekerja atap bernama Gin Dujardin mengatakan panas sangat menyulitkan karena atap seng menjadi sangat panas dan las tidak dapat bertahan.

Prancis mencatat 40 kasus tenggelam dalam sepekan terakhir karena orang mencari kesejukan di sungai dan perairan lain, meskipun ada peringatan dari otoritas.

Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan sebagian besar korban tenggelam adalah anak muda.

Dampak di Inggris dan Spanyol

Gelombang panas juga melanda Inggris dan Spanyol, dengan badan cuaca setempat mengeluarkan peringatan merah.

Di Inggris, ratusan sekolah berencana tutup atau pulang lebih awal, sementara banyak layanan kereta dikurangi untuk menghindari masalah akibat panas.

Met Office memperkirakan suhu bisa mencapai 39 derajat Celsius di London atau Inggris selatan pada puncak gelombang panas Rabu dan Kamis.

Sejumlah operator kereta, termasuk kereta ekspres yang melayani Bandara Gatwick London, membatalkan atau mengurangi layanan dan mendesak penumpang untuk bepergian hanya jika benar-benar diperlukan.

Di Spanyol, Aemet mengeluarkan peringatan merah untuk suhu 44 derajat Celsius di Andalusia selatan, serta peringatan 40 derajat Celsius di Cantabria dan Basque Country.

Ahli meteorologi Aemet Ruben del Campo mengatakan Spanyol akan semakin panas karena perubahan iklim, dengan gelombang panas yang lebih sering, lebih panjang, dan terjadi di luar musim tradisional Juli-Agustus.

Dari selusin gelombang panas yang tercatat pada Juni sejak 1975, separuhnya terjadi setelah 2015.

Perubahan Iklim dan Risiko Kesehatan

Perubahan iklim akibat aktivitas manusia terkait dengan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Proyeksi badan iklim PBB menyebutkan lima tahun ke depan kemungkinan akan memecahkan lebih banyak rekor panas.

Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat di dunia, dengan suhu meningkat dua kali lipat rata-rata global sejak 1980-an, menurut Copernicus Climate Change Service Uni Eropa.

Dalam empat tahun terakhir, lebih dari 200.000 orang di Eropa meninggal akibat penyebab terkait panas, dan sebagian besar kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah, menurut kantor WHO Eropa.

Suhu di atas normal dapat menyebabkan kelelahan panas dan sengatan panas yang mengancam jiwa.

Gelombang panas awal musim panas ini telah dibandingkan dengan gelombang panas Agustus 2003 yang menyebabkan sekitar 15.000 kematian di Prancis, terutama di kalangan lansia di apartemen dan panti jompo tanpa AC.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru