WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa enam orang telah ditangkap terkait kerusakan di Lincoln Memorial Reflecting Pool.
Kolam ikonik di National Mall itu menjadi sorotan tajam menjelang perayaan 250 tahun kemerdekaan AS.
>>> Messi dan Mbappé Bersinar di Piala Dunia dengan Rekor Gol Bersejarah
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengklaim adanya “sobekan sepanjang 350 kaki” pada cat kolam tanpa memberikan bukti pendukung.
Ia juga mengatakan pemerintah federal akan merilis gambar untuk membuktikan klaimnya.
Proyek renovasi senilai lebih dari $14 juta itu bertujuan memperindah kolam berusia seabad dengan mengecat dasarnya dengan warna “biru bendera Amerika”.
Namun, air kolam justru dipenuhi ganggang dan lapisan cat mulai terkelupas.
Masalah Perawatan Berubah Menjadi Isu Penegakan Hukum
Anggota Garda Nasional dan Polisi Taman telah berpatroli di sekitar kolam setelah Trump bersikeras bahwa perusak bertanggung jawab atas kerusakan liner.
Pagar tambahan juga dipasang di dekat area tersebut.
Juru bicara Departemen Dalam Negeri, Katie Martin, mengatakan bahwa kolam memang akan dipagari menjelang 4 Juli.
“Dengan meningkatnya vandalisme oleh aktivis sayap kiri, pemasangan pagar dipercepat,” ujarnya tanpa memberikan bukti.
Associated Press memverifikasi bahwa satu orang ditangkap setelah menyentuh cat yang sudah terkelupas. Ia mengaku ingin memeriksa lapisan baru tersebut.
>>> AS dan Iran Berselisih Soal Inspeksi Nuklir, Rencana Evakuasi Kapal di Hormuz
Kelompok Lingkungan Ikut Bersuara Setelah Anak Bebek Mati
Kontroversi bertambah setelah bangkai anak bebek mallard ditemukan mengambang di kolam yang dipenuhi ganggang. Dua bebek lainnya ditemukan mati di dekat lokasi.
Center for Biological Diversity mendesak Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS untuk menyelidiki kematian tersebut.