Flu biasanya dianggap penyakit ringan yang sembuh dalam beberapa hari. Namun, infeksi influenza ternyata bisa memicu komplikasi serius yang mengancam jiwa.
Hal itu dialami Kaydin Baldwin, bocah 13 tahun asal Texas, Amerika Serikat.
Ia tertular flu seperti anak seusianya, tetapi kondisinya terus memburuk hingga harus dirawat intensif selama 117 hari.
Dokter mendiagnosisnya mengalami pneumonia streptokokus dan sepsis. Demi menyelamatkan nyawanya, tim medis memutuskan melakukan amputasi pada tangan kanan serta kedua kakinya.
Perjalanan Panjang Menuju Pemulihan
Kakak Kaydin, Arieanna Valdez, menceritakan bagaimana adiknya harus memulai kembali hampir semua aktivitas sehari-hari. "Dalam sekejap, semua yang dia ketahui berubah total," ujarnya.
Meski kehilangan tiga anggota tubuh, Kaydin tetap menunjukkan semangat luar biasa. Ia kini menggunakan kaki prostetik dan terus belajar beradaptasi dengan kehidupan barunya.
Komplikasi Flu Jarang tapi Berbahaya
Kasus seperti Kaydin memang langka. Namun, influenza tetap berisiko menyebabkan komplikasi berat, terutama jika diikuti infeksi bakteri.
Pada Kaydin, flu berkembang menjadi pneumonia nekrotik yang merusak jaringan paru-paru. Kondisi ini biasanya dipicu bakteri Streptococcus pneumoniae atau Staphylococcus aureus.