Banyak wisatawan kini merencanakan perjalanan mereka dengan hati-hati untuk mengunjungi klinik-klinik ini serta tempat wisata tradisional.
Seorang dokter kulit yang mengoperasikan klinik di Seoul selatan mengatakan kepada The Korea Times bahwa mereka melihat peningkatan signifikan pasien asing dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pengunjung Jepang datang untuk prosedur laser lifting, perawatan kerutan, dan penghilangan pigmentasi.
Permintaan meningkat cukup besar sehingga mereka memperkuat pemasaran media sosial yang menargetkan wisatawan Jepang.
Data Belanja Wisatawan Melonjak
Perubahan ini semakin terlihat dalam data pemerintah.
Menurut Korea Tourism Organization (KTO), pengeluaran wisatawan asing menggunakan kartu kredit di Korea pada bulan Mei mencapai lebih dari 2 triliun won ($1,3 miliar), pertama kalinya belanja bulanan melampaui angka 2 triliun won.
Angka tersebut meningkat 67,1 persen dari bulan yang sama tahun lalu dan menegaskan pemulihan cepat pasar pariwisata inbound Korea.
Bisnis terkait kecantikan dan kesehatan mencatat pertumbuhan terkuat.
Belanja di bisnis perawatan kulit dan pijat melonjak 153,9 persen dari tahun sebelumnya, sementara klinik dermatologi mencatat kenaikan 85,5 persen.
Belanja di apotek meningkat lebih besar lagi, yaitu 206,1 persen, menunjukkan bahwa pengunjung semakin menggabungkan prosedur medis dengan pembelian produk perawatan kulit, suplemen nutrisi, dan obat-obatan bebas.
Alih-alih menghabiskan sebagian besar anggaran perjalanan di department store dan toko bebas bea, wisatawan asing kini mencari layanan dan produk yang mirip dengan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari orang Korea.
Apotek Jadi Destinasi Belanja Baru
Pola perjalanan yang berubah juga telah mengubah apotek menjadi salah satu destinasi belanja terbaru bagi pengunjung asing.
Toko seperti Ready Young Pharmacy dengan cepat berkembang di distrik wisata seperti Myeong-dong, Hongdae, Gangnam, dan Seongsu-dong.