Program tersebut memberikan dampak ekonomi yang positif. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat saling mendukung apabila dijalankan melalui pendekatan yang menyeluruh.
"Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Boy Kelana Soebroto.
Dukungan di Berbagai Bidang
Pada bidang kesehatan, Astra memperkuat layanan Posyandu melalui penyediaan sarana kesehatan dasar, dukungan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
>>> Pengamat: Flyover Latumenten Belum Tentu Selesaikan Kemacetan Grogol
Di sektor pendidikan, Astra memberikan dukungan kepada PAUD melalui penyediaan sarana belajar, alat permainan edukatif, serta pengenalan budaya Osing kepada anak-anak sejak usia dini.
Pengembangan desa juga memperhatikan aspek lingkungan. Masyarakat mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan sampah organik dan non organik.
Program lingkungan tersebut mencakup pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pembangunan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, hingga penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kompos.
Pada sektor kewirausahaan, Astra memperkuat pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren melalui peningkatan kapasitas UMKM, pengembangan homestay, penguatan Pokdarwis, serta promosi wisata budaya.
Berbagai upaya tersebut berhasil mengangkat nama Desa Kemiren di tingkat nasional maupun internasional.
Sejak 2019 desa ini telah menerima sejumlah penghargaan bergengsi seperti Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia, dan ASEAN Tourism Award 2025.