Unit link menggabungkan proteksi jiwa dengan investasi di reksa dana, saham, atau obligasi. Potensi hasil lebih besar, namun nilainya bisa turun mengikuti pasar.
Varian syariah berbasis akad tabarru' dan mudharabah bebas dari riba dan gharar. Tren nasabah asuransi syariah tumbuh sekitar 15 persen per tahun.
Cara Memilih Asuransi Pendidikan Anak yang Tepat
Pertama, cek legalitas dan rasio kecukupan modal (RBC) perusahaan minimal 120 persen. Pastikan perusahaan terdaftar di OJK.
Kedua, hitung target dana sesuai inflasi pendidikan menggunakan kalkulator inflasi. Ketiga, pastikan ada fitur waiver of premium.
>>> Persiapan Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Berlangsung Meriah
Keempat, sesuaikan premi dengan kemampuan finansial agar tidak macet. Kelima, bandingkan skema pencairan dana bertahap sesuai jenjang pendidikan.
Keenam, mulai sedini mungkin. Semakin muda usia anak, semakin ringan premi bulanan.
Aturan OJK Terbaru tentang Unit Link
OJK sedang menyempurnakan aturan produk asuransi terkait investasi (PAYDI) dengan fokus pada transparansi dan kesesuaian profil risiko nasabah.
Aturan ini akan ditingkatkan dari Surat Edaran menjadi Peraturan OJK.
Aturan baru mewajibkan waiting period dan asesmen risiko lebih mendalam sebelum polis disetujui. Tujuannya agar nasabah benar-benar memahami risiko.
Premi unit link tumbuh 6,56 persen tahunan pada Januari 2026 dan 5,17 persen pada Februari 2026, menandakan minat masyarakat pulih.
Namun, produk berisiko tinggi tidak boleh ditawarkan ke nasabah yang belum paham investasi.
Simulasi Biaya Premi vs Kebutuhan Dana Pendidikan
Premi sangat dipengaruhi usia anak saat polis dibuka. Semakin dini, semakin ringan beban bulanan.
Rentang premi umumnya Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Produk yang baik mencairkan dana bertahap sesuai jenjang, mulai SMP, SMA, hingga kuliah.