Persiapan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Israel-AS pada 28 Februari lalu berlangsung sibuk pada Jumat, 3 Juli.
Otoritas setempat memperkirakan jutaan orang dan sejumlah delegasi asing akan menghadiri upacara resmi di Teheran.
>>> Citi Proyeksi Minyak Brent Bisa Turun ke US$60 Akhir Tahun
Pakistan, yang menjadi mediator utama dalam perundingan AS-Iran untuk mengakhiri perang Timur Tengah, mengonfirmasi Perdana Menteri Shehbaz Sharif akan hadir.
China, Afghanistan, dan negara-negara tetangga Iran di Kaukasus juga akan mengirim perwakilan.
Para pekerja menyiapkan kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran pada Kamis. Tim keamanan menghentikan kendaraan yang melintas, sementara warga sekitar tampak penasaran.
"Kami menanam bunga dan menyiram semak-semak untuk upacara perpisahan pemimpin kami yang syahid," kata pekerja Hossein Moghadassi. "Orang-orang akan datang dari seluruh Iran.
Akan ada kerumunan besar."
Ketua negosiator Teheran Mohammad Bagher Ghalibaf menyerukan partisipasi massal sebagai bentuk pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi.
"Seruan bangsa untuk balas dendam harus bergema di telinga seluruh dunia," ujar Ghalibaf yang juga menjabat sebagai juru bicara parlemen.
Pemakaman Khamenei sempat tertunda di puncak perang. Kini digelar saat Iran dan AS menerapkan gencatan senjata rapuh setelah menandatangani kesepakatan awal untuk menghentikan konflik.
>>> Cara Klaim Kacamata Gratis Pakai BPJS Kesehatan 2026, Ini Alur Lengkapnya
Khamenei, tokoh spiritual bagi banyak Muslim Syiah, tewas pada usia 86 tahun dalam serangan di kompleksnya di pusat Teheran.
Jenazahnya akan disemayamkan selama tiga hari di Grand Mosalla yang telah dihiasi spanduk bergambar dan kutipan Khamenei. Jenazah kerabatnya yang juga tewas akan turut dipajang.
Perayaan di Banyak Kota
Upacara diperkirakan akan dihadiri 15 hingga 20 juta pelayat, menjadikannya pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran. Ghalibaf menyebutnya sebagai "salah satu momen paling signifikan" dalam sejarah Iran.