Citigroup Inc. memproyeksikan harga minyak mentah Brent dapat terus turun hingga US$60 per barel pada akhir tahun ini.
Proyeksi ini muncul karena gangguan di Selat Hormuz mulai mereda, menambah pandangan pesimistis terhadap pasar minyak global.
>>> Kebakaran TPA Jatiwaringin, Puluhan KK Mengungsi di Posko
Analis Citigroup, termasuk Francesco Martoccia, menyebut fundamental pasar dengan cepat kembali menguat.
"Arus pengiriman kembali normal, pembeli dari China tetap absen, pasar minyak mentah fisik telah melemah tajam, dan persediaan telah berkurang jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan," tulis mereka dalam sebuah catatan.
>>> Bentengi Generasi Muda, BNNK Bandung Barat Libatkan Pramuka Bentuk Saka Anti-Narkoba
Pasar energi global dengan cepat kembali normal seiring dimulainya kembali aliran melalui Selat Hormuz.
>>> KemenPPPA: Belum Ada Kabupaten Layak Anak karena Masalah Rokok
Hal ini meningkatkan pasokan jangka pendek dan menambah barel bagi pengolah setelah mereka mengamankan alternatif.