"Erdoğan memanfaatkan sepenuhnya hal ini."
Erdoğan Abaikan Biden, Bertaruh pada Trump
Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Erdoğan di sela-sela KTT NATO. Ia akan menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi Turki sejak Barack Obama pada 2015.
Sebaliknya, pemerintahan Joe Biden menjaga jarak dengan Erdoğan selama empat tahun masa jabatannya karena kemunduran demokrasi di Turki dan hubungan dekatnya dengan Rusia.
Ketika Biden mengundang Erdoğan ke AS pada 2024 setelah Turki menyetujui keanggotaan NATO Finlandia dan Swedia, Erdoğan memutuskan tidak pergi.
Soner Cagaptay dari Washington Institute mengatakan Erdoğan dan Trump "klik" secara pribadi selama masa jabatan pertama Trump.
"Itu adalah cara Erdoğan memberi sinyal kepada Trump, 'Hei, Anda mungkin akan memenangkan pemilu,'" kata Cagaptay. "Saya pikir Trump melihat itu sebagai isyarat besar."
Isyarat Trump soal Penjualan Jet ke Turki
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pekan lalu, seorang reporter bertanya apakah Trump membawa "kado besar untuk Erdoğan" terkait mesin jet F-110 dan jet tempur F-35.
"Ya, saya pikir begitu," jawab Trump. "Saya akan melakukan sesuatu yang akan membuatnya sangat senang."
>>> Lebih 60% Iklan Rokok Digital Diblok, Pemerintah Harus Konsisten
Trump juga pernah mengisyaratkan pada September lalu bahwa AS bisa segera mulai menjual F-35 ke Turki.
Turki dilarang dari program itu pada 2019 setelah membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.
Wakil Presiden JD Vance mengatakan Washington sedang menjajaki cara untuk menjual jet tersebut ke Turki, dengan menekankan bahwa penjualan akan memastikan Turki mematuhi hukum AS.
Namun, ada oposisi bipartisan signifikan di Kongres terhadap penjualan F-35 selama Turki masih memiliki sistem rudal Rusia.
