BEI juga telah menyesuaikan ketentuan pencatatan dan perdagangan ETF agar produk baru dapat segera dipasarkan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan antusiasme industri terhadap ETF Emas cukup tinggi.
"Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI," ujarnya pada Konferensi Pers RUPST BEI, Senin (29/6) lalu.
Hasil survei BEI terhadap investor individu maupun institusi menunjukkan bahwa ETF berbasis emas menjadi salah satu produk yang paling diminati untuk dikembangkan.
Meski menawarkan berbagai keunggulan, investor tetap perlu memahami risiko seperti pergerakan harga emas global, risiko likuiditas, dan kemungkinan tracking error terhadap harga spot emas.
Kehadiran ETF Emas dinilai menjadi tonggak baru dalam pengembangan pasar modal Indonesia.
>>> Lebih 60% Iklan Rokok Digital Diblok, Pemerintah Harus Konsisten
Produk ini tidak hanya memperluas pilihan investasi masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing industri keuangan nasional melalui instrumen yang lebih inovatif, inklusif, dan berstandar internasional.