Desain tersebut merepresentasikan semboyan perusahaan, yaitu Swadharma Bhakti Nagara, yang mencerminkan semangat mengabdi kepada negeri melalui karya dan pelayanan terbaik.
Selain menjadi simbol pelayanan, logo HUT ke-80 juga menggambarkan pentingnya kolaborasi antara BNI, masyarakat, mitra usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
BNI menilai kolaborasi yang telah terjalin selama puluhan tahun menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dari sisi visual, penggunaan gradasi warna kuning dan oranye melambangkan energi, optimisme, serta kehangatan yang menjadi karakter pelayanan BNI kepada masyarakat.
Sementara itu, warna biru toska menggambarkan kepercayaan, stabilitas, dan profesionalisme yang selama ini menjadi dasar hubungan jangka panjang antara BNI dengan para nasabah.
Ke depan, logo HUT ke-80 akan digunakan sebagai identitas visual utama dalam berbagai kegiatan komunikasi perusahaan, promosi, publikasi, hingga aktivasi bersama para mitra di berbagai daerah.
Melalui penggunaan logo tersebut, BNI berharap pesan mengenai semangat pengabdian kepada masyarakat dapat tersampaikan secara lebih kuat sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik.
"Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa selama delapan dekade, BNI tidak hanya tumbuh sebagai institusi perbankan, tetapi juga terus menghidupkan nilai pengabdian melalui semangat Melayani Sepenuh Hati untuk kemajuan masyarakat, perekonomian, dan Indonesia," kata Putrama.
Memasuki usia ke-80, BNI menegaskan akan terus menjalankan nilai Swadharma Bhakti Nagara melalui penyediaan layanan keuangan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
>>> Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp25.000, Sempat Turun Tiga Hari Lalu Berbalik Menguat
Perseroan berkomitmen terus mendampingi masyarakat, memperkuat perekonomian nasional, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini maupun masa depan.
