“Selamat, Anda baru saja menjadi warga negara AS,” kata pembawa acara, disambut tepuk tangan dan tawa.
Sejarawan Douglas Bradburn dalam pidatonya menunjuk pohon tulip poplar yang ditanam atas arahan Washington 250 tahun lalu, yang telah hidup sepanjang sejarah AS.
“Semua cerita yang menjadi bagian dari kalian, kini menjadi cerita Amerika,” kata Bradburn.
“Ketika orang bertanya seperti apa orang Amerika, saya sekarang bisa bercerita tentang kalian dan kisah kalian.”
Dia menambahkan bahwa kini semua cerita dan sejarah Amerika adalah milik mereka, dan bapak negara mereka adalah George Washington.
Presiden pertama AS kemudian tampil sebagai pembicara selanjutnya, diperankan oleh seorang re-enactor dengan pedang di pinggang dan topi di tangan.
“Hari ini, nama ‘Amerika’ adalah milik kalian sama seperti milik saya,” katanya. “Jadi, sesama warga Amerika, kepada kalian saya ucapkan: ‘Selamat datang di rumah’.”
Setelah upacara, Sersan Sangare berpose untuk potret dengan tangan terkunci di depan, memegang kipas bendera AS, topi Marinirnya sedikit miring.
>>> BTN Perluas Bisnis di Jawa Barat, Bidik Sektor Industri dan Horeka
“Saya baru saja menjadi warga negara Amerika Serikat,” katanya, dengan senyum tulus penuh emosi.
