Sebanyak 150 orang dari 50 negara berbeda resmi menjadi warga negara Amerika Serikat dalam sebuah upacara naturalisasi yang digelar di Mount Vernon, Virginia, pada Sabtu (5/7/2025).
Acara tersebut bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, tepat di lokasi bekas perkebunan George Washington, presiden pertama AS.
Para calon warga negara duduk di kursi lipat di halaman Mount Vernon di bawah terik matahari, sambil mengipasi diri dengan kipas bercorak bendera AS.
Anne Neal Petri, regent dari Mount Vernon Ladies' Association, membuka acara dengan sapaan hangat dan ucapan selamat ulang tahun untuk Amerika Serikat.
Di antara peserta upacara terdapat Sersan Marinir AS Diakaria Sangare asal Guinea, yang mengenakan seragam biru Dress Blue dengan tiga medali di dada kirinya.
Sangare telah menjalani dua kali penugasan dan melewati proses panjang kewarganegaraan, termasuk tes, wawancara, dan pemeriksaan biometrik.
Beberapa peserta lainnya disebut berasal dari negara yang dilanda kekerasan, dan ada pula yang melarikan diri dari penganiayaan.
Setelah pidato tentang George Washington, hadirin diminta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan AS. Sangare memberi hormat dengan tangan kanan yang kaku, wajahnya serius.
Saat lagu selesai, para calon warga negara diminta berdiri ketika nama negara asal mereka disebut.
Dimulai dari Albania, Bangladesh, hingga 50 negara lainnya termasuk China, El Salvador, Irak, dan Mongolia.
Seorang pria asal Maroko mengepalkan tangan ke udara, dan seorang anak kecil menirunya dengan bendera kecil di tangannya.
Kemudian, dengan tangan terangkat, mereka mengucapkan Sumpah Setia yang tidak jauh berbeda dengan sumpah yang ditandatangani Washington pada 1778.
“Selamat, Anda baru saja menjadi warga negara AS,” kata pembawa acara, disambut tepuk tangan dan tawa.
Sejarawan Douglas Bradburn dalam pidatonya menunjuk pohon tulip poplar yang ditanam atas arahan Washington 250 tahun lalu, yang telah hidup sepanjang sejarah AS.
“Semua cerita yang menjadi bagian dari kalian, kini menjadi cerita Amerika,” kata Bradburn.
“Ketika orang bertanya seperti apa orang Amerika, saya sekarang bisa bercerita tentang kalian dan kisah kalian.”
Dia menambahkan bahwa kini semua cerita dan sejarah Amerika adalah milik mereka, dan bapak negara mereka adalah George Washington.
Presiden pertama AS kemudian tampil sebagai pembicara selanjutnya, diperankan oleh seorang re-enactor dengan pedang di pinggang dan topi di tangan.
“Hari ini, nama ‘Amerika’ adalah milik kalian sama seperti milik saya,” katanya. “Jadi, sesama warga Amerika, kepada kalian saya ucapkan: ‘Selamat datang di rumah’.”
Setelah upacara, Sersan Sangare berpose untuk potret dengan tangan terkunci di depan, memegang kipas bendera AS, topi Marinirnya sedikit miring.
“Saya baru saja menjadi warga negara Amerika Serikat,” katanya, dengan senyum tulus penuh emosi.