Lokasi kerja tidak kalah penting. Penempatan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Medan biasanya membawa tunjangan yang lebih tinggi.
Masa kerja menjadi faktor jangka panjang. Gaji cenderung naik seiring lama bekerja, apalagi jika dibarengi kenaikan jenjang karier.
Tunjangan dan Bonus di Luar Gaji Pokok
Karyawan tetap pusat gadai berhak atas tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, tunjangan hari raya, asuransi kesehatan, dan dana pensiun.
Bonus kinerja tahunan bahkan bisa mencapai dua kali lipat gaji pokok bagi karyawan berprestasi.
>>> iOS 27 Public Beta Segera Rilis, Begini Cara Update dan Daftar iPhone yang Mendukung
Tunjangan jabatan diberikan sesuai tingkat tanggung jawab. Tunjangan kinerja dihitung dari pencapaian target bulanan atau tahunan.
THR dibayarkan menjelang hari besar keagamaan. Tunjangan kesehatan mencakup asuransi karyawan dan keluarga.
Tunjangan pensiun dikelola lewat dana pensiun perusahaan.
Kombinasi tunjangan ini membuat total penghasilan sering jauh lebih besar dari angka gaji pokok saja.
Cara Menghitung Estimasi Take Home Pay
Take home pay karyawan gadai bisa dihitung dengan menjumlahkan gaji pokok, tunjangan tetap, dan insentif kinerja, lalu mengurangi potongan iuran BPJS serta pajak penghasilan.
Langkah-langkahnya: cek gaji pokok sesuai golongan dan jabatan, tambahkan tunjangan tetap seperti tunjangan jabatan dan transportasi, hitung estimasi tunjangan kinerja berdasarkan pencapaian target, kurangi potongan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, kurangi potongan PPh 21, lalu jumlahkan seluruh komponen.
Langkah ini membantu membuat perkiraan yang lebih realistis sebelum menerima tawaran kerja.
Gaji Lulusan SMA vs S1
Lulusan SMA umumnya memulai karier di posisi kasir atau administrasi dengan gaji awal sekitar Rp2,8 juta hingga Rp3,7 juta.
Lulusan S1 biasanya masuk jalur officer seperti penaksir atau account officer dengan gaji awal yang jauh lebih tinggi, bahkan bisa dua kali lipat.
