Ruben Onsu akhirnya buka suara terkait rumor yang menyeret namanya dan Sarwendah dalam isu pesugihan di Gunung Kawi.
Rumor ini bermula dari tayangan viral yang mengklaim Sarwendah datang ke Gunung Kawi untuk melakukan ritual. Hal itu kemudian menyeret nama Ruben.
>>> Parade Hujan dan Sal Priadi Manggung di Jakarta Fair 2026 Malam Ini
Saat berbincang dengan mantan manajernya, Nanda Persada, Ruben sempat tersedak saat ditanya soal isu tersebut. Namun, ia bersedia menanggapinya.
Ruben menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ambil pusing dengan rumor itu. Ia hanya fokus pada hak asuh anak.
"Gue tidak ada andil untuk jawab itu, karena yang gue fokus adalah tentang hak asuh anak," ujar Ruben dalam video yang tayang Senin (6/7).
Ia menambahkan bahwa siapa pun yang nantinya memenangkan hak asuh, ia hanya meminta semua pihak mematuhi putusan pengadilan.
Ruben juga mengeluhkan komunikasi dengan Sarwendah yang kerap berbelit. Menurutnya, pertanyaan tentang anak selalu dilempar kembali ke anak.
>>> Audy Item Hamil di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Jadi Lebih Protektif
"Betul [Sarwendah tidak mempersulit] karena dilempar lagi ke anak. Pertanyaannya adalah apapun yang dinego oleh anak-anak, kita ini orang tuanya yang tidak boleh kalah argumen," katanya.
Rumor pesugihan Gunung Kawi mencuat setelah vlog Pesulap Merah mewawancarai pihak yang mengaku pengelola lokasi. Pihak itu menyebut nama Sarwendah sebagai tamu rutin.
Seorang perempuan yang mengaku mantan staf artis juga bersaksi dalam siniar bahwa atasannya melakukan pesugihan. Ia menceritakan adanya praktik tumbal.
Netizen kemudian mengaitkan cerita itu dengan berbagai masalah yang dialami Ruben dan Sarwendah, mulai dari sakit Ruben hingga kejadian mistis di rumah tangga mereka.
Sarwendah sendiri mengakui pernah ke Gunung Kawi, tetapi untuk syuting konten YouTube. Ki Hijo yang mendampinginya membantah adanya praktik pesugihan.
>>> Drama Baru Namkoong Min 'The Husband' Siap Saingi 'Agent Kim Reactivated'?
Komunitas sekitar Gunung Kawi juga menegaskan bahwa kawasan tersebut adalah lokasi wisata religi dan pelestarian budaya, bukan tempat pesugihan.

