Jamier yakin penonton internasional akan merespons positif meskipun tema tersebut sangat lokal, karena film-film itu disajikan sebagai drama yang mengharukan, bukan pelajaran sejarah.
Ketakutan Seoul vs Realitas New York
Menurut Jamier, orang di luar negeri tidak melihat "kekeringan kreatif" yang dikhawatirkan kritikus Seoul karena konten Korea sudah menjadi bagian permanen budaya pop Amerika.
Ia mencontohkan tiket "Colony" untuk malam pembukaan terjual habis dalam waktu kurang dari lima menit, dan "Hope" juga ludes dalam sehari.
Namun, Jamier tidak menutup mata terhadap kerentanan struktural industri, terutama menurunnya film beranggaran menengah yang dulu menjadi tempat para sineas membangun karier.
Ia mengkritik kecenderungan industri Korea yang meniru kesuksesan sendiri, sehingga genre yang sama diproduksi berulang kali hingga terasa seperti parodi.
NYAFF secara aktif mencari bakat independen di samping film utama, seperti Park Joon-ho dari "3670" dan Kim Jin-yu dari "Journey There."
Jamier melihat perjalanan 25 tahun festival ini sebagai bukti bahwa pengalaman menonton di bioskop masih hidup dan kuat.
>>> IU dan Lee Jong-suk Putus setelah 4 Tahun Pacaran
Ia menambahkan bahwa streaming membuat segalanya tersedia, tetapi kehadiran fisik adalah hal yang tidak bisa disiarkan platform.
