unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali

Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali

Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali
Ilustrasi: Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali
A A Ukuran Teks16px

"Tidak ada yang punya pengalaman tentang cara mengelola rasa sakit pada pasien terminal ketika tujuannya bukan pengobatan."

>>> Resensi 'Mrs. Shim is a Killer': Novel Pembunuh Berdarah Dingin dengan Sentuhan Budaya Korea

Buku membantu, tetapi pasien mengajarinya pelajaran yang tidak ada di buku. Seorang pasien menderita kanker payudara dan limfedema parah.

Tangan dan lengannya membengkak dan menjadi keras seperti batu. Park belum pernah melihat gejala seperti itu sebelumnya.

Ingin meredakan rasa sakit, ia memijat lengan pasien dengan kuat. Saat itu, ia memahami pijat sebagai tekanan kuat dengan ujung jari.

Putra pasien, yang saat itu duduk di kelas empat, bertanya apakah ia bisa membantu.

in2

Setiap hari, Park dan anak laki-laki itu masing-masing memegang satu lengan pasien dan menekan keras. Kemudian Park pergi ke Australia untuk program pelatihan delapan hari.

Pekerja hospis di sana mengajarinya cara menangani limfedema.

Mereka mengatakan jangan pernah memijat dengan kuat karena tekanan berlebihan dapat merusak sel limfe dan memperburuk pembengkakan. Metode yang benar adalah usapan lembut.

"Saya ingin membeli tiket pesawat dan terbang kembali segera," kata Park. "Saya sangat menyesal telah merawat pasien dengan cara yang salah."

Saat Park kembali, pasien itu telah meninggal. Park mempelajari materi yang dibawanya dari Australia.

Ia mengatur apa yang dipelajarinya dan mengajarkannya kepada rekan kerja di rumah sakitnya dan perawat di institusi hospis lain.

Sejak itu, setiap kali seorang pasien meninggal dalam perawatannya, Park menulis refleksi klinis. Ia mencatat pertanyaan yang masih melekat.

Bagaimana jika ia mencoba hal lain? Akankah hasilnya berbeda?

Seiring waktu, refleksi itu membantu membentuk "pedoman standar" untuk perawatan akhir hayat.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot