Negara-negara Asia Tenggara mulai kembali menjalin dialog dengan pemerintah Myanmar setelah bertahun-tahun membatasi kontak.
Meski demikian, ASEAN menegaskan bahwa Myanmar tetap harus memenuhi Konsensus Lima Poin sebelum hubungan dapat dipulihkan sepenuhnya.
>>> Cara Buat Twibbon MPLS Ramah 2026 di Canva dan Twibbonize Gratis
Pertemuan informal digelar antara para menteri luar negeri negara anggota ASEAN dan Menteri Luar Negeri Myanmar Tin Maung Swe di Bangkok pada Minggu (12/7).
Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama di tingkat menteri sejak kudeta militer 2021 yang menggulingkan Aung San Suu Kyi dan memicu konflik berkepanjangan.
Selama beberapa tahun terakhir, ASEAN menegaskan Myanmar harus menunjukkan kemajuan dalam pelaksanaan Konsensus Lima Poin.
Konsensus tersebut menjadi peta jalan utama blok untuk menyelesaikan krisis sebelum Myanmar diizinkan kembali mengikuti pertemuan di tingkat politik.
>>> Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Wafat di Usia 74 Tahun
Pertemuan pada Minggu memunculkan pertanyaan apakah ASEAN mulai melonggarkan sikapnya.
Namun, blok tersebut kembali menegaskan komitmennya terhadap Konsensus Lima Poin.
ASEAN menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil, dialog politik yang inklusif, serta perluasan akses bantuan kemanusiaan.
>>> AS Kembali Luncurkan Serangan Tambahan ke Iran
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa Lazaro usai pertemuan.

