Para astronom telah mendeteksi keberadaan gula di ruang antarbintang, tepatnya di awan gas dan debu yang tersebar di antara bintang-bintang.
Gula yang ditemukan bernama erythrulose, jenis yang juga terdapat dalam raspberry dan produk perawatan kulit.
>>> Harga Emas Rontok ke Bawah US$4.000/Troy Ons, Jual atau Beli?
Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada Senin (14/7/2025).
Para peneliti menggunakan dua teleskop radio berbentuk piringan di Spanyol untuk mengumpulkan data dari awan gas besar di dekat pusat Bima Sakti.
Mereka mengidentifikasi gula dalam bentuk gas dengan membandingkan sinyal teleskop dengan sampel di laboratorium.
Erythrulose bukanlah gula yang esensial bagi kehidupan, tetapi dapat dengan mudah berubah menjadi bentuk yang diyakini penting untuk memicu kehidupan di Bumi.
Gula ini juga merupakan salah satu gula paling kompleks yang pernah terdeteksi di luar angkasa, kata astrofisikawan Erika Hamden dari University of Arizona.
>>> CEO VW Rencanakan PHK 50.000 Karyawan Lagi demi Efisiensi
Hamden, yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebutnya sebagai "contoh murni dari materi yang melayang di galaksi."
Penemuan ini mendukung teori bahwa bahan-bahan penting untuk kehidupan sudah ada di tata surya kita sejak awal, bukan dibawa oleh komet atau batuan luar angkasa.
Penulis studi Izaskun Jiménez-Serra, astrofisikawan di Center for Astrobiology di Spanyol, mengatakan bahwa bahan-bahan kunci untuk asal-usul kehidupan mungkin ada di berbagai wilayah galaksi.
Hal ini membuka kemungkinan bagi kehidupan untuk berkembang di tempat lain di alam semesta.
Sebelumnya, para ilmuwan telah menemukan sepupu gula meja di dekat pusat Bima Sakti sekitar 25 tahun lalu, serta gula lain dari asteroid Bennu yang dibawa oleh misi Osiris-Rex NASA.
>>> Suami Celine Evangelista Jadi Sorotan Usai Viral Gosip Simpanan Pejabat
Penemuan terbaru ini menambah daftar molekul organik kompleks yang ditemukan di ruang antarbintang.
